PLN Manfaatkan Limbah Operasional Kantor Bank Indonesia di NTT Jadi Bahan Co-firing PLTU Bolok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 13 September 2024 | 18:00 WIB
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ajrun Karim (ketiga dari kanan) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati secara simbolis mengangkut limbah operasi BI. (DOK. PLN )
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ajrun Karim (ketiga dari kanan) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati secara simbolis mengangkut limbah operasi BI. (DOK. PLN )

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) memanfaatkan limbah operasional BI sebagai bahan baku co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Limbah operasional BI yang sebelumnya dihancurkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir, kini dapat diolah menjadi bahan campuran pengganti batu bara.

Kolaborasi ini bertujuan mendukung program transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.

Baca Juga: Institut Teknologi PLN: Kampus Pertama di Jakarta yang Beralih ke Energi Hijau dengan REC

Langkah awal kerja sama ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Pilot Project antara PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dengan Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT di PLTU Bolok, Kupang.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, PLN terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia ini, program co-firing tidak hanya berhasil mengurangi emisi karbon, tetapi juga menjadi solusi permasalahan limbah.

Baca Juga: Upaya Kurangi Emisi Karbon, Pabrik Ajinomoto Gunakan Listrik Bersih PLN dengan 219 Ribu Unit REC Per Tahun

“Inovasi terus kami lakukan sebagai langkah menuju target net zero emissions pada tahun 2060. Selain mengurangi emisi karbon, program Waste to Energy ini hadir menjadi solusi dalam pengolahan limbah menjadi lebih bermanfaat,” ujar Darmawan.

General Manager PLN UIW NTT, Ajrun Karim, mengungkapkan, penggunaan co-firing untuk PLTU ini juga adalah bagian dari strategi PLN untuk meningkatkan bauran energi terbarukan.

"Hingga Juli 2024, PLN NTT telah berhasil mencampurkan 2.872,07 ton biomassa yang setara dengan 1,43% dalam bauran energi dan berhasil menurunkan emisi CO2 sebesar 3.331 ton," ungkap Ajrun.

Baca Juga: 135 Mahasiswa ITPLN Lolos Seleksi dan Teken Kontrak Ikatan Kerja dengan PLN

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati menjelaskan, sinergi BI bersama PLN ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon. Dalam kolaborasi ini, BI siap memasok kebutuhan biomassa bagi PLN hingga Juli 2025.

Agus mengungkapkan, kerja sama ini kita laksanakan untuk bagaimana memanfaatkan limbah operasional menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini