Terakhir Sonya juga menjelaskan bahwa Tantangan-tantangan yang saling terkait ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pendekatan produksi beras yang berketahanan dan adaptif.
Kita harus menyadari bahwa metode pertanian dan distribusi tradisional mungkin tidak lagi memadai dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang ini.
Jelas bahwa untuk menjamin masa depan beras, kita memerlukan solusi inovatif, berkelanjutan, dan kolaboratif yang dapat membantu kita mengatasi tantangan global ini.
Baca Juga: Pantai-pantai Terbaik untuk Menikmati Sunset di Yogyakarta, Paling Pas Dikunjungi Saat Sore Hari
“Dalam kegiatan rice conference ini, kami mengundang berbagai pihak mulai dari pelaku industri perberasan, regulator pemerintahan hingga akademisi untuk membahas isu ini secara komperhensif.” ujar Sonya Mamoriska
Artikel Terkait
PT Sang Hyang Seri dan Perum BULOG Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
BULOG dan Perpadi Berkolaborasi Dorong Petani Muda Perkuat Stok Pangan
Hadir di 79 Titik, BULOG Siaga Warnai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Bulog dan PT BLST Kerja Sama Pengembangan Pertanian Cerdas Iklim Komoditas Padi
Raih Kesempatan Karir di Perum BULOG, Rekrutmen Dibuka Mulai Tanggal 10-12 September 2024