Perkuat Sektor Wisata Doudo, PEP Poleng Field Dukung Transformasi Desa Tertinggal Menjadi Desa Mandiri

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 22 September 2024 | 16:00 WIB
Berkat program Pertamina EP, Desa Doudo yang awalnya berstatus sebagai desa tertinggal kini bertransformasi menjadi desa mandiri. (Dok. PEP)
Berkat program Pertamina EP, Desa Doudo yang awalnya berstatus sebagai desa tertinggal kini bertransformasi menjadi desa mandiri. (Dok. PEP)

Seiring berjalannya waktu, Desa Doudo semakin mengukuhkan dirinya sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya yang memikat.

Baca Juga: Terobosan Ramah Lingkungan PEP Sukowati Field Efisienkan Operasi Migas

Desa ini tidak hanya memikat dengan pesona alamnya yang masih asri, tetapi juga dengan keragaman budaya dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Wisata Doudo terus mengembangkan potensi wisatanya.

Program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal sekaligus melestarikan kearifan budaya dan lingkungan alam.

Baca Juga: Sabet 6 Penghargaan ENSIA 2024, PEP Sukowati dan PHE WMO Genjot Inovasi Lingkungan dan Sosial

“Sebelumnya pada 2002 Doudo berstatus Desa Tertinggal dengan kurangnya infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang kumuh.

“Namun dengan berbagai upaya, Doudo berhasil memperbaiki permasalahan yang ada dengan mulai membangun gapura desa, jalan lingkungan poros desa dan usaha tani, hingga membangun pendopo kantor desa.

“Perbaikan kualitas kesehatan juga ditingkatkan melalui pengadaan air bersih, sanitasi sehat, dan meningkatkan kepedulian warga melalui kegiatan lingkungan yang cukup aktif,” ujar Kepala Desa Doudo Sutomo.

Baca Juga: Dorong Produksi Migas, Morowali Jadi Fokus Pengeboran Baru PEP Donggi Matindok Field

Doudo didampingi PT Pertamina EP Poleng Field berinovasi dengan menginisiasi Gerakan Masyarakat (GERMAS) dengan slogan PAKAI JAS MERAH (Pengelolaan Air secara Kreatif Aktif Inovatif Jadikan Sampah Menjadi Berkah) dengan membentuk kampung tematik, diantaranya; Kampung E-Link (Eukasi Lingkungan Inovatif dan Kreatif), Kampung 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Kampung Toga (Tanaman Obat Keluarga), Kampung Sayur, Kampung Sicantik Cerdas (Siap Cari Jentik Cegah Demam Berdarah Sekarang), dan Kampung Aloevera.

Selain itu, Kacang Mete juga menjadi produk UMKM unggulan yang dimiliki Desa Doudo.

Dengan target menjadi desa yang memiliki lingkungan sehat, ekonomi cerdas, dan menjadi desa wisata, PEP Poleng Field mendampingi Desa Doudo sejak Tahun 2018 dengan Branding Kampung Tematik, Program Peningkatan Kapasitas IPAL, Pembentukan Kelompok Ekonomi Kreatif (Mbok Doudo, Wong Doudo Craft, dan Bank Sampah), hingga pembuatan Grand Design Pembuatan Wisata Desa Doudo dengan Branding Doudo Agro Edu Green Village.

Baca Juga: Sejalan dengan SDG’s, PHE NSO dan PEP Lirik Field Raih Penghargaan TJSL & CSR Award 2024

PT Pertamina EP Poleng Field juga mendukung infrastruktur wisata sebagai daya tarik pengunjung diantaranya Pembangunan Green House, Pemanfaatan Telaga Rena dengan pembangunan gazebo, jembatan, flying fox, climb robe, hingga bebek kayuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini