PTBA Studi Banding ke Museum Timah Pangkalpinang Kelolaan PT Timah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 23 September 2024 | 11:00 WIB
Kunjungan PTBA ke Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang kelolaan PT Timah.  (DOK. PT Timah)
Kunjungan PTBA ke Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang kelolaan PT Timah. (DOK. PT Timah)

Kabar BUMN - PT Bukit Asam (PTBA) melakukan studi banding dan studi tiru tentang pengembangan dan pengelolaan Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang.

MTI Pangkalpinang merupakan museum yang dikelola PT Timah dan menjadi salah satu daya tarik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PT Timah mulai mengoperasionalkan MTI Pangkalpinang sejak tahun 1997, untuk salah satu sarana edukasi tentang sejarah pertambangan timah bagi masyarakat umum.

Baca Juga: Museum Timah Indonesia Pangkalpinang, Sarana Edukasi Sejarah dan Kekayaan Alam Bangka Belitung

Adapun kunjungan PTBA dilakukan Vice President Pengelolaan Aset dan Infrastruktur Sipil Penunjang PT Bukit Asam Mohamad Aditya Purwono bersama rombongan pada Rabu (18/9/2024).

Didampingi Kepala Museum Timah Indonesia Pangkalpinang M. Taufik, mereka berdiskusi dan mengelilingi Museum Timah Indonesia Pangkalpinang.

Aditya mengatakan, kunjungan ini untuk belajar dan melihat MTI Pangkalpinang. Karena mereka juga memiliki Museum Batu Bara di Tanjung Enim Sumatera Selatan yang baru dioperasikan pada 2022 lalu.

Baca Juga: Kampung Adat Gebong Memarong Semakin Memikat Berkat Pendampingan PT Timah

Menurutnya, MTI Pangkalpinang merupakan salah satu museum yang sudah dikenal masyarakat luas, sehingga mereka juga ingin mengembangkan Museum Batu Bara bisa seperti PT Timah.

"Saya terkesan, kita tahu Museum Timah Pangkalpinang sudah berdiri lama yang dikelola PT Timah," kata Aditya.

Menurutnya, semangat PTBA untuk membuat museum Batu Bara sebagai upaya untuk memberikan edukasi tentang pertambangan batu bara sejak awal hingga sekarang berada di Tanjung Enim.

Baca Juga: Terdepan dalam Mitigasi Iklim, PT Timah Gencarkan Penanaman Mangrove untuk Masa Depan

"Kami ingin mengetahui apa yang diperlukan supaya museum memiliki nilai tambah, sehingga tujuan awal pendirian museum memberikan edukasi dapat tercapai," katanya.

Dari kunjungan ini, Aditya menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa mereka tiru dan kembangkan di Museum Batu Bara nantinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini