Selain itu, para peserta FGD dari Kementerian Pertanian, IPB University, BRIN, dan Botani Seed turut memberikan masukan mengenai pengembangan teknologi dan inovasi dalam perbenihan.
IPB University, sebagai institusi pendidikan yang fokus pada riset pertanian, memaparkan pentingnya penelitian berkelanjutan untuk menghasilkan varietas benih yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Acara ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi percepatan revitalisasi industri benih di Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian serta menciptakan ekosistem yang mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.***
Artikel Terkait
PPI Berkolaborasi dengan SHS Edukasi Petani Lombok Barat Tentang Tanaman Padi Potensi Hama
Sang Hyang Seri dan Koprindo Resmi Bersinergi, MoU Tandai Kerja Sama Strategis
PT Sang Hyang Seri Suplai Benih Padi untuk Lahan 1.756 Hektar di Provinsi Gorontalo
Kolaborasi PT Sang Hyang Seri dan POLRI Gelar Panen untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Edukasi Kebangsaan
Sang Hyang Seri Siap Bangun Pusat Perbenihan Padi Nasional Terbesar di Indonesia