PLN Siapkan Listrik Andal untuk Smelter Freeport yang Baru Diresmikan Presiden Jokowi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 25 September 2024 | 20:30 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo didampingi General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo dan Manager PLN UPT Gresik, Ivan Nur Pratama meninjau kesiapan listrik di GI Bungah. (DOK. PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo didampingi General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo dan Manager PLN UPT Gresik, Ivan Nur Pratama meninjau kesiapan listrik di GI Bungah. (DOK. PLN)

”Suplai listrik PLN ke smelter PTFI akan dijalankan dalam 4 tahapan dan kini telah mencapai total kapasitas maksimal sebesar 170 Mega Volt Ampere (MVA),” ungkap Darmawan.

Darmawan merinci, di tahap pertama PLN memasok sebesar 30 MVA pada September 2023, tahap kedua PLN kembali menambah sebesar 30 MVA pada Februari 2024, tahap ketiga sebesar 50 MVA pada 1 April 2024 dan terakhir pada tahap keempat sebesar 60 MVA.

Baca Juga: PLN Gandeng PGE Bentuk Konsorsium Kembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi

Ia juga memaparkan kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor industri dalam negeri adalah kecukupan dan keandalan pasokan listrik.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, peresmian produksi dari smelter PTFI makin menguatkan komitmen RI mengimplementasikan hilirisasi di sektor pertambangan Indonesia.

Dengan begitu dirinya optimis Indonesia bakal menjadi negara maju yang mampu mengolah sumber daya alam secara mandiri.

Baca Juga: PLN Raih 2 Penghargaan ESG, Wujud Komitmen Bisnis Berkelanjutan

“Ini akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar, tadi sudah disampaikan oleh Pak Dirut (PTFI). Ini merupakan pelaksanaan dari gagasan yang sering kita sampaikan mengenai hilirisasi, yang merupakan fondasi ekonomi baru Indonesia,” ujarnya.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menambahkan dengan dimulainya produksi smelter, akan menjadi modal besar bagi Indonesia dalam menggenjot energi baru terbarukan (EBT).

Tony menjelaskan, “Itu produksi katoda dan sebagainya dapat men-supply atau dapat memenuhi kebutuhan untuk pembangunan renewable energy.

Baca Juga: Keterlibatan PLN Mendorong Ekowisata Hutan Mangrove Purba Jerowaru Mampu Kerek Ekonomi Masyarakat

“Kalau untuk pembangkit surya itu sekitar 200 gigawatt, kalau untuk pembangkit bayu itu bisa 600 gigawatt, kalau untuk pembangkit hidro atau air itu sekitar 800 gigawatt setiap tahunnya,” tutup Tony.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini