Presiden Jokowi Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan Beras Bersama Bulog di Tanah Grogot

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 26 September 2024 | 18:00 WIB
Presiden Jokowi tinjau penyaluran Bantuan Pangan beras melalui Bulog di Tanah Grogot, didampingi Kepala Badan Pangan dan Direktur Utama BULOG. (Dok. BULOG)
Presiden Jokowi tinjau penyaluran Bantuan Pangan beras melalui Bulog di Tanah Grogot, didampingi Kepala Badan Pangan dan Direktur Utama BULOG. (Dok. BULOG)

Ini dikarenakan Bulog ditugaskan untuk melakukan penyerapan beras yang berasal dari hasil petani lokal. Sejak 2022, realisasi penyerapan beras dalam negeri oleh Bulog terus meningkat.

Baca Juga: SIG Sukses Masuk 10 Besar Perusahaan Terpercaya Dunia Berkat Transformasi “On-Track”

"Pemerintah selama ini konsisten menjaga kesejahteraan petani dalam negeri."

"Badan Pangan Nasional bersama Bulog membantu penyerapan produksi beras hasil petani kita yang kemudian kita salurkan ke berbagai program intervensi, termasuk bantuan pangan beras seperti hari ini," terang Arief.

Realisasi penyerapan beras dalam negeri Bulog pun kian meningkat. Grafiknya itu di 2022 capai 994 ribu ton.

Baca Juga: The Sanur dan Gapura Angkasa Kolaborasi Tingkatkan Layanan Wisata Kesehatan

Lalu 2023 berhasil sampai 1 juta ton. Nah di tahun ini sampai minggu ketiga September sudah 908 ribu ton, sehingga kita bisa optimis di akhir 2024 nanti, penyerapan Bulog bisa terus meningkat," tandasnya.

Adapun Direktur Utama Perum BULOG, Wahyu Suparyono juga menyampaikan, “Kami sedang dan akan melakukan pengadaan dalam negeri sebanyak 600.000 ton," katanya.

"Mudah-mudahan minta doanya untuk penyanggah seluruh Indonesia bisa kita peroleh dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan, termasuk Beras PSO dan Komersial.

Baca Juga: Penukaran Poin Telkomsel dengan Kupon Undi-Undi Hepi Bakal Ditutup Akhir Bulan September, Siap Jadi Pemenang?

Dengan harga patokan HPP kita Rp.11.000/kg Beras PSO, tentu saya minta fleksibilitas tapi terus pengadaan ini kita lakukan walaupun beras-beras komersial.

"Jadi harapannya tentu kita minta pengarahan dari Bapak Kepala Badan Pangan Nasional akan memberikan bentuk fleksibiltas tapi dengan periode tertentu."

"Supaya kita bisa ajak Perpadi, HKTI dan KTNA dan asosiasi lainnya supaya bersama-sama berkontribusi dalam penguatan stok dengan harga yang bagus seperti Bapak Presiden sampaikan baik ditingkat petani dan penggilingan".***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini