Revitalisasi Hutama Karya: Bisnis Tangguh, Aset Meroket!

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 27 September 2024 | 18:00 WIB
PT Hutama Karya mencatat pertumbuhan aset signifikan dari Rp93,51 triliun (2019) ke Rp169,73 triliun (2023), jadi BUMN infrastruktur terbesar. (Dok. Hutama Karya)
PT Hutama Karya mencatat pertumbuhan aset signifikan dari Rp93,51 triliun (2019) ke Rp169,73 triliun (2023), jadi BUMN infrastruktur terbesar. (Dok. Hutama Karya)


Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif berkat pertumbuhan aset yang pesat.

Aset perusahaan ini meningkat dari Rp93,51 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp169,73 triliun pada akhir tahun 2023, menunjukkan kenaikan sebesar Rp76,22 triliun atau sekitar 81,51%.

Dengan pencapaian ini, Hutama Karya menjadi satu-satunya BUMN dengan aset besar dalam Klaster Infrastruktur.

Baca Juga: Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Sabet 5 Penghargaan Good Mining Practice dari Kementerian ESDM

Transformasi yang dilakukan oleh Hutama Karya terbukti efektif dalam meningkatkan nilai aset dan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyebutkan bahwa Menteri BUMN, Erick Thohir bersama dengan Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko, Nawal Nely merilis laporan keuangan gabungan 65 BUMN pada Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR pada Maret lalu.

Dalam paparan tersebut, peningkatan aset yang konsisten ini berhasil mengantarkan Hutama Karya ke posisi ke-10 dengan aset terbesar di seluruh BUMN.

Baca Juga: Keren! Aset Bank Mandiri Naik 46% Sejak 2020, Tunjukkan Komitmen BUMN dalam Pembangunan Ekonomi

“Aset Hutama Karya tumbuh progresif selama lima tahun terakhir yakni Rp93,51 triliun pada 2019, Rp114,11 triliun pada 2020, Rp132,92 triliun pada 2021, Rp156,32 triliun pada 2022, dan mencapai Rp169,74 triliun pada 2023,” ungkapnya.

Peningkatan aset ini sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan lainnya di tahun 2023 (YoY), seperti laba bersih yang melonjak signifikan hingga 521% mencapai Rp1,87 triliun.

Total ekuitas juga mencatat kenaikan sebesar 35,96%, menjadi Rp116,63 triliun.

Baca Juga: Inovasi GREATHealth+: Kolaborasi AdMedika dan Great Eastern Life Indonesia

Pendapatan perusahaan meningkat sebesar 11,81% menjadi Rp26,93 triliun, sementara kontrak baru mengalami pertumbuhan impresif sebesar 55,51%, mencapai Rp30,88 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas perusahaan berhasil dikurangi sebesar 24,70%, turun dari Rp70,54 triliun pada 2022 menjadi Rp53,12 triliun pada 2023, yang sebagian besar didukung oleh langkah strategis asset recycling.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini