Limbah yang telah dikonversi menjadi produk akhir seperti fashion berupa sepatu, lanyard, dompet, dan furniture berupa kursi serta meja. Produk-produk tersebut lalu dipasarkan melalui display di Coffee Shop juga dipamerkan pada berbagai kegiatan expo Lainnya.
Baca Juga: Lombok Bergairah! Wisatawan Internasional Serbu Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024
“Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi yang tersebar di Bandung, serta murid-murid SMK 14 Bandung,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis (26/9).
Kebermanfaatan produk olahan limbah kopi ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengetahuan petani kopi tentang potensi yang bisa dikembangkan dari limbah kopi, di luar dari pemanfaatan bijinya, seperti bahan alternatif kulit di industri fesyen.
Menurut Ali, pengolahan limbah kopi Indonesia harus dikembangkan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Hari Bhakti Postel ke-79: Mengenang Peran Telkom dalam Kemajuan Telekomunikasi Indonesia
Terlebih, Indonesia notabene produsen kopi terbesar kelima di dunia, memproduksi 756,1 ribu ton biji kopi pada 2023.
“Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5 persen, sehingga berpotensi melepas lebih banyak karbon dioksida dan metana ke permukaan bumi."
"Pengelolaan dan pengolahan limbah dari produksi kopi mampu mengurangi potensi emisi,“ kata Ali.
Baca Juga: BTN dan Syailendra Capital Bersinergi Pasarkan Dua Produk Reksa Dana Unggulan
Selain itu, pengembangan produk dari limbah kopi berpeluang memberikan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan. Pertama, penyerapan limbah kopi yang dilakukan dapat memberikan pendapatan tambahan pada petani kopi.
Terdapat potensi peningkatan pendapatan dari proses pengolahan ini hingga 5-10%, dimana pembelian limbah kulit kopi dibanderol seharga Rp10.000 per kg.
Sedangkan upah jasa pengupasan dengan menggunakan pulping machine dihargai sebesar Rp1.000 per kg pengolahan.
Baca Juga: DAMRI Buka Dua Loker BUMN untuk Posisi IT, Pendaftaran Dibuka Sampai Tanggal 30 September 2024
“Selanjutnya, pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru kepada siswa SMK, pemilik kedai kopi dan para petani kopi. Alhasil dapat membuka lapangan pekerjaan, terlebih lagi pekerjaan hijau atau green jobs,” ucap Ali.
Artikel Terkait
Gelorakan Semangat Berbisnis, Bank Mandiri Kembali Gelar Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2024
Kongsi-Kongsi 2024: Wadah Baru Kolaborasi dan Jaringan Pebisnis Bersama Bank Mandiri
Terbaik! Bank Mandiri Borong 4 Penghargaan Platinum di The Best Contact Center Indonesia 2024
Diakui Panggung Global, Bank Mandiri Raih Pengakuan dari Newsweek USA
Bank Mandiri Luncurkan Program 1MPCAT, Inisiatif Strategis untuk Dukung Perempuan Indonesia Jadi Penggerak Ekonomi