Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa pengembangan biomassa ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam mengakselerasi transisi energi.
Baca Juga: 4 Tahun Bertransformasi, Aset PLN Tembus Rp1.691 Triliun
"Transisi energi merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Oleh karena itu, upaya ini membutuhkan lebih banyak pihak untuk bersatu melalui kolaborasi sehingga dapat diduplikasi secara nasional di wilayah-wilayah lainnya," terang Darmawan.
Dirinya merinci, melalui program di Tasikmalaya, pihaknya mampu memberdayakan lebih dari 400 masyarakat setempat dengan potensi nilai ekonomi sebesar Rp30 miliar per tahun.
"Ke depan, kami menargetkan program ini akan melibatkan 1,25 juta masyarakat di seluruh Tanah Air sehingga mampu mencapai nilai ekonomi hingga Rp9,5 triliun per tahun," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Produksi Biomassa PLN EPI Buka Lapangan Kerja di Daerah, Peningkatan Kapasitas dan Produksi Rencana Ditingkatkan
PLN EPI Kolaborasi dengan Kabupaten Banyumas untuk Mendapatkan Bubur Sampah Sebagai Bahan Baku Biomassa Cofiring PLTU
PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan Lewat Program Co-Firing Biomassa di Festival LIKE 2024
Transisi Energi Hijau: PLN EPI Pacu Pemanfaatan Biomassa di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir
Hari Ini! PLN Resmikan Pengembangan Ekosistem Biomassa di Tasikmalaya
Bersama Kementan, PLN Luncurkan Model Pertanian Terpadu, Upaya Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa