Komitmen Produksi Semen Hijau dan Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, SIG Perkuat Dekarbonisasi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 30 September 2024 | 15:00 WIB
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari (kanan) saat menerima cendera mata dari Wakil Ketua BKKPII, Sripeni Inten Cahyani di acara Rapat Tahunan BKKPII 2024 di Universitas Diponegoro, Semarang (26/9). (DOK.SIG)
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari (kanan) saat menerima cendera mata dari Wakil Ketua BKKPII, Sripeni Inten Cahyani di acara Rapat Tahunan BKKPII 2024 di Universitas Diponegoro, Semarang (26/9). (DOK.SIG)

Kabar BUMN - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan Pemerintah Indonesia pada tahun 2060.

Dengan berfokus pada inovasi teknologi produksi yang ramah lingkungan, SIG dapat menghadirkan produk semen hijau dan turunannya.

Dengan demikian, diharapkan pembangunan infrastruktur dan perumahan di Indonesia dapat semakin ramah lingkungan dan membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Baca Juga: Kuliner Pagi Hari Kota Solo: Rekomendasi Menu Sarapan yang Wajib Dicoba

Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan bahwa SIG terus berupaya meningkatkan kapabilitas sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia.

Tak hanya itu, SIG juga terus berinovasi menciptakan solusi bahan bangunan ramah lingkungan yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan rendah karbon.

Hal tersebut diungkapkan Reni pada sesi talk showGreen Industry Conference” dalam rangkaian Rapat Tahunan Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKKPII) 2024 di Universitas Diponegoro, Semarang, pada Kamis (26/9).

Baca Juga: Pengembangan Biomassa PLN di Tasikmalaya, Sukses Memberdayakan Masyarakat dan Meraih Dukungan Pemerintah

“Komitmen kami adalah menjadi bagian dari solusi. Karena itu, kami menetapkan strategi, inisiatif, dan target-target dalam Sustainability Road Map SIG 2030 yang menjadi panduan perusahaan dalam transformasi menuju industri hijau dan berkontribusi mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan," ujar Reni.

Reni menambahkan, melalui penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan secara disiplin, SIG mampu menghadirkan produk inovatif dan rendah karbon yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan di tengah situasi global saat ini.

SIG mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular untuk menciptakan proses produksi berkelanjutan.

Baca Juga: Total Aset Jasa Marga Per Semester 1 2024 Capai Rp133 Triliun, Meningkat 28,3% Sejak 2020

Salah satunya diwujudkan dalam penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), limbah industri dan biomassa, yang menggantikan hingga 20% penggunaan bahan bakar fosil (batu bara) dalam proses produksi semen.

Melalui inisiatif ini, SIG tidak hanya memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam dalam produksi semen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini