"Dengan mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional," tutup Rahmad.
Pupuk Indonesia juga mengadakan program "Rembuk Tani" di 75 lokasi di sembilan provinsi dengan alokasi pupuk bersubsidi terbesar.
Baca Juga: Komitmen Produksi Semen Hijau dan Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, SIG Perkuat Dekarbonisasi
Program ini, yang berlangsung dari September hingga Oktober 2024, bertujuan mengajak petani untuk memanfaatkan kemudahan penebusan pupuk bersubsidi yang telah disederhanakan.
Program "Rembuk Tani" menjadi sarana sosialisasi mengenai kemudahan-kemudahan yang disediakan pemerintah dalam menebus pupuk bersubsidi, terutama di daerah yang sudah memasuki musim tanam.
Pupuk Indonesia memastikan distribusi dan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan dengan baik, sehingga dapat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk musim tanam mereka.***
Artikel Terkait
Lanjutkan Kerja Sama, Pupuk Indonesia, PLN dan ACWA Power Bangun Ekosistem Hidrogen Hijau
PLN Gandeng Pupuk Indonesia dan ACWA Power untuk Produksi Hidrogen dan Amonia Hijau
Kolaborasi Pupuk Indonesia dan Kejaksaan Agung Dukung Ketahanan Pangan Melalui Urban Farming di Jakarta
Pupuk Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Desa Karangpatihan melalui Pemberian Pupuk Berkualitas
Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR, Upaya Regenerasi Petani untuk Pertanian Berkelanjutan
Berkontribusi dalam Olahraga Angkat Besi, Pupuk Indonesia Antarkan Atlet Binaan Raih Medali Emas Olimpiade