Kabar BUMN – Direktur Manajemen Risiko Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Iin Febrian hadir dalam diskusi panel Green Initiative Conference yang digelar oleh Kumparan pada Rabu (25/9/2024).
Dalam kesempatan itu, Iin mengungkap potensi bioetanol yang dapat menciptakan dampak positif dari hulu ke hilir.
Bioetanol dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi yang menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Indonesia.
Baca Juga: PDC CUP 2024: Momen Bersejarah Turnamen Tenis Meja Se-Pertamina Raya
Indonesia telah sukses dengan B35, campuran bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit, yaitu fatty acid methyl esters (FAME) dengan kadar 35 persen.
Dan saat ini pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel) mendorong pengembangan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran untuk bahan bakar berjenis gasoline.
Akhir tahun lalu PT Pertamina Patra Niaga telah meluncurkan Pertamax Green 95, bahan bakar Pertamax dengan campuran bioetanol sebesar 5 persen.
Tidak saja mendukung target enhanced nationally determined contribution (ENDC) Indonesia, pengembangan bioetanol sebagai BBN berpotensi menciptakan nilai yang besar.
“Dari mulai mengembangkan bahan baku seperti tebu, jagung, sorgum, dan jenis tanaman lainnya sampai dengan pendistribusiannya ke Masyarakat, pengembangan bioetanol bisa menciptakan nilai yang besar, salah satunya adalah membuka lapangan kerja lebih luas,” ujar Iin.
Pertamina NRE diberikan amanah oleh induk usahanya, PT Pertamina (Persero), untuk mengembangkan bisnis bioetanol sebagai bahan baku Pertamax Green.
Baca Juga: CAEXPO 2024, Pertamina Sukses Antar UMKM Binaannya Raih Kesepakatan Transaksi Lebih 2 Miliar
Pertamina NRE telah memiliki strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang yang dimulai dari tahun 2024 hingga tahun 2035 dalam pengembangan bioetanol.
“Sebagai bagian dari strategi jangka pendek, kami telah menandatangani perjanjian dengan PT Sinergi Gula Nusantara untuk membangun pabrik bioetanol baru dengan bahan baku molase di Glenmore, Banyuwangi, dengan kapasitas 30 ribu kiloliter per tahun,” tambah Iin.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Serahkan Trophy kepada Jorge Martin, Peraih Podium Utama Pertamina Grand Prix of Indonesia
Lebih dari 120 Ribu Penonton Padati Pertamina Mandalika International Circuit, InJourney Sukses Gelar MotoGP untuk Ketiga Kalinya
CAEXPO 2024, Pertamina Sukses Antar UMKM Binaannya Raih Kesepakatan Transaksi Lebih 2 Miliar
Presiden Jokowi Berikan Apresiasi InJourney yang Libatkan 3.000 SDM Lokal Pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024
PDC CUP 2024: Momen Bersejarah Turnamen Tenis Meja Se-Pertamina Raya