Brantas Abipraya Terus Mencatat Pertumbuhan Aset yang Positif, Meningkat 16,38%

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 10:30 WIB
Aset Brantas Abipraya terus mengalami pertumbuhan positif, meningkat 16,3%. (DOK.Brantas Abipraya)
Aset Brantas Abipraya terus mengalami pertumbuhan positif, meningkat 16,3%. (DOK.Brantas Abipraya)

“Ini merupakan milestone Brantas Abipraya, dan tentunya dengan adanya PMN non-tunai tersebut dapat menjadi semangat baru Brantas Abipraya dalam mencapai dan meraih pertumbuhan Perusahaan yang lebih baik lagi,” kata Dian.

Baca Juga: Tren Pendakian Tektok, Ini Gunung di Pulau Jawa yang Bisa Jadi Pilihan

Dian juga menyampaikan, Brantas Abipraya sangat agresif berekspansi melebarkan kinerja positifnya dalam proyek-proyek besar di Indonesia.

Bukannya tanpa alasan, BUMN ini pun kerap aktif dalam pembangunan Proyek-proyak Strategis Nasional (PSN) dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), diantaranya Preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan.

Pekerjaan Jalintim ini adalah proyek KPBU pertama di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan proyek KPBU pertama di Jalan Non Tol berbasis kinerja, dengan total investasi Rp982,4 miliar, Brantas Abipraya memiliki porsi investasi sebesar 40 persen.

Baca Juga: Rupiahkan Kilogram Emisi Karbon, PLN Serahkan Motor Listrik untuk 5 Pengemudi Ojol Prasejahtera di PLN Electric Run 2024

Sebagai agen pembangunan, Brantas Abipraya juga menunjukkan peran aktifnya dalam pembangunan proyek penting di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Diantaranya Penataan Sumbu Kebangsaan dengan konsep Future Smart Forest City of Indonesia, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), Bendungan Sepaku Semoi, embung, jaringan perpipaan transmisi air minum SPAM, infrastruktur jalan, dan Bandar Udara VVIP.

Membuktikan kehadirannya untuk Indonesia, Brantas Abipraya menunjukkan lewat proyek penanganan bencana alam, diantaranya adalah proyek-proyek rehabilitasi infrastruktur pasca meletusnya Gunung Semeru di Jawa Timur (2021), salah satunya adalah pembangunan sebanyak 1.951 Hunian Tetap (Huntap) untuk warga korban bencana.

Baca Juga: Wamenhan Serahkan Alpalhankam Pindad ke Panglima TNI pada HUT ke-79

Peranannya pun untuk Indonesia juga terlihat pada penyelesaian progam rehabilitasi pada 17 gedung akibat bencana gempa bumi di Sulawesi Barat yang terjadi di tahun 2021.

Selain itu, BUMN ini juga membangun total 541 huntap bagi warga penyintas korban gempa bumi di Cianjur (2022).

Tidak hanya mantap di bidang konstruksi, Brantas Abipraya lewat Anak Perusahaannya yaitu PT Brantas Energi (BREN), BUMN ini serius jadi pemain utama di sektor energi, khususnya renewable energy.

Baca Juga: PT Timah Tingkatkan Kapabilitas Guru dalam Menulis Karya Ilmiah Melalui Program Timah Mengajar

BREN bergerak di bidang Pengembangan Energi Baru danTerbarukan (EBT) ini membuktikan keseriusannya dalam pengembangan EBT.

Keseriusannya dalam mengembangkan EBT inipun terlihat dari kiprahnya yang telah melahirkan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini