Menembus Batas, Hutama Karya Bangun 1.235 Km Jalan Tol Trans Sumatera di Era Jokowi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:30 WIB
Gerbang Tol Bengkulu. (DOK.PT Hutama Karya (Persero))
Gerbang Tol Bengkulu. (DOK.PT Hutama Karya (Persero))

Pembangunan JTTS dimulai sejak tahun 2015, ketika Hutama Karya menerima mandat untuk mengembangkan ruas-ruas tol di Sumatera.

Baca Juga: Persiapan Mendaki Gunung alias Muncak untuk Pertama Kali, Ini Hal yang Harus Kamu Perhatikan

Pemerintah memberikan dukungan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), yang sejak saat itu telah mencapai Rp131,146 triliun.

PMN ini digunakan untuk pembiayaan konstruksi, serta pembebasan lahan yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan JTTS.

Infrastruktur tol ini juga menciptakan banyak lapangan kerja, baik di sektor konstruksi maupun pengoperasian jalan tol.

Baca Juga: Deadline 21 Oktober! PT MUM Buka Loker BUMN untuk Posisi Venture Capital Office!

Ribuan tenaga kerja lokal telah diberdayakan dalam proyek-proyek ini, turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, JTTS juga memicu pertumbuhan sektor lain, seperti pariwisata dan investasi. Wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau kini menjadi lebih mudah diakses, menarik lebih banyak wisatawan dan investor untuk datang.

Dalam perjalanan pembangunannya, Hutama Karya memetik banyak pelajaran penting terkait koordinasi antar pemangku kepentingan, terutama dalam pembebasan lahan dan pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Baca Juga: Jasa Marga Optimis Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Tuntas Seusai Target, Progres Konstruksi Seksi 1 Yogyakarta-Simpang Susun Banyurejo Sudah 67,23%

Selain itu, penggunaan skema bridging equity memberikan beban keuangan yang signifikan, sehingga perusahaan harus lebih berhati-hati dalam mengelola pendanaan untuk menjaga keberlanjutan proyek.

Keselamatan kerja juga menjadi prioritas, dengan penekanan pada penerapan sistem manajemen K3 yang ketat serta evaluasi rutin di lapangan.

Teknologi canggih diimplementasikan untuk mendukung efisiensi konstruksi, dan seluruh alur kerja serta kelengkapan dokumen disepakati sejak awal melalui kick of meeting.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Air Terjun di Buleleng yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan di Bali

Dengan langkah ini, perusahaan berhasil mengurangi risiko keterlambatan dalam progres konstruksi dan memastikan proyek JTTS berjalan sesuai rencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini