Baca Juga: Tinjau Progress LRT Jakarta Fase 1B, Pj Gubernur DKI Jakarta: Progress yang dicapai lebih cepat dari target awal
Jalan Tol Lima Puluh – Kisaran memiliki nilai investasi mencapai Rp4,2 triliun, dibangun dengan spesifikasi teknis yang modern.
Jalan tol ini terdiri dari dua jalur dengan lebar lajur 3,6 meter x 2 per jalur dan kecepatan rencana maksimum 100 kilometer per jam.
Selain itu, tol ini dilengkapi dengan satu Gerbang Tol (GT), dan satu Interchange (Simpang Susun) yang berfungsi untuk menghubungkan jalan tol ke ruas lainnya.
Baca Juga: Dipercaya Kreditur, PT Perikanan Indonesia Komitmen Jalankan Proposal Perdamaian Pasca PKPU
Tol ini juga dilengkapi dengan 9 Underpass dan 11 Overpass, yang memungkinkan akses transportasi lokal tanpa hambatan dari dan ke kawasan industri maupun pemukiman.
Kehadiran Jalan Tol Lima Puluh – Kisaran diharapkan dapat memperlancar konektivitas Sumatera Utara, khususnya antara Kisaran, Medan, dan Pematang Siantar, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan kemudahan mobilitas bagi masyarakat.
Selain mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagai pusat pertumbuhan industri, tol ini juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata di wilayah Danau Toba dan Pematang Siantar dengan akses yang lebih cepat bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: Mitra BUMN Champion 2024, BNI dan Lima Mitranya Meraih Penghargaan dari Kementerian BUMN
Sementara itu, Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino yaitu bagian dari Ruas Tol Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi yang merupakan jalan tol pertama di Provinsi Jambi turut meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas antara Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Mulai dibangun pada Mei 2023, jalan tol ini menggunakan skema dukungan konstruksi oleh Pemerintah dengan total nilai konstruksi sebesar Rp5,6 triliun dengan output terbangunnya jalan utama (mainroad) sepanjang 34 km yang dibagi menjadi 3 seksi.
Jalan tol ini ditunjang oleh berbagai fasilitas seperti 10 Overpass, 4 Underpass, dan masing-masing 2 (dua) Simpang Sebidang, Gerbang Tol, Interchange.
Baca Juga: Kopi Cantel Braga: Tempat Nongkrong Baru di Tengah Kota Bandung
Hutama Karya (60%) mengambil peran untuk membangun Seksi 3 Bayung Lencir – Tempino sepanjang 15,47 km dengan melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) atau “Hutama-WIKA-BAP KSO” dengan nilai kontrak Rp2,7 triliun.
Peran Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino juga diharapkan dapat memperlancar konektivitas antara provinsi Sumatra Selatan dan Jambi yang kemudian dapat menghemat waktu perjalanan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Ke depan, kami akan terus melanjutkan pembangunan ruas-ruas tol lainnya di Sumatera. Hutama Karya siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi besar Jalan Tol Trans Sumatera,” tutup Budi.***
Artikel Terkait
Hutama Karya Targetkan Bendungan Meninting Rampung Akhir Tahun 2024, Progres Pembangunan Sudah Capai 87%
Semakin Inovatif, Hutama Karya Jadi Jawara dalam The Asset Manager 2024 Serta Kompetisi Bergengsi Lainnya
Bangga! Hutama Karya Raih 22 Penghargaan Bergengsi, Termasuk Jawara di The Asset Manager 2024
Perawatan Rutin, Hutama Karya akan Tutup Sementara Gerbang Tol Kisaran Mulai Besok
Menembus Batas, Hutama Karya Bangun 1.235 Km Jalan Tol Trans Sumatera di Era Jokowi