Selamat! PLN Raih Penghargaan di Detikcom Awards 2024 sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 19 Oktober 2024 | 10:00 WIB
PLN menerima penghargaan kategori Inovasi Tata Kelola (Good Governance) dengan predikat 'Terdepan sebagai penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi' pada ajang Detikcom Awards 2024. (Dok. PLN)
PLN menerima penghargaan kategori Inovasi Tata Kelola (Good Governance) dengan predikat 'Terdepan sebagai penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi' pada ajang Detikcom Awards 2024. (Dok. PLN)

Darmawan menambahkan bahwa agenda besar transisi energi ini telah membuka peluang ekonomi baru.

Baca Juga: Sudah Masuk Pertengahan Bulan, Jangan Lewatkan Kesempatan Menukar Telkomsel Poin dengan Kupon Undi-Undi Hepi untuk Raih Hadiah Fantastis!

Termasuk melalui Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu yang telah terbukti dapat memperkuat perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi lahan kritis di berbagai daerah.

"Program co-firing tidak hanya menjadi program transisi energi, tetapi sekaligus menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan."

"Tak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga membangun ekosistem rantai pasok biomassa berbasis pemberdayaan masyarakat di lahan kritis," jelasnya.

Baca Juga: Telah Dibuka Lowongan Magang di PT Freeport Indonesia Bagi Mahasiswa D4/S1/S2, Ini Posisinya!

Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), mengungkapkan bahwa PLN telah berhasil menerapkan co-firing biomassa untuk 46 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Total biomassa yang digunakan mencapai 3 juta ton, menghasilkan energi hijau sebesar 3,1 terawatt hour (TWh).

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada 250 ribu petani dan juga masyarakat pendukung yang telah memasok 3 juta ton biomassa sebagai bagian dari substitusi batubara."

Baca Juga: KAI Bandara Perkenalkan Layanan Refund Real-Time untuk Kenyamanan Penumpang

"Upaya ini telah berhasil menurunkan emisi sebesar 3,2 juta ton CO2e dengan skala bisnis lebih dari Rp2 triliun,” ungkap Iwan.

Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Pertanian Terpadu ini tidak hanya memanfaatkan lahan kritis, tetapi juga turut mendorong ekonomi kerakyatan sirkular, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan daerah.

Hingga kini, PLN telah meluncurkan program ini di beberapa daerah seperti Tasikmalaya, Cilacap, dan Gunungkidul dengan total luas lahan yang dimanfaatkan lebih dari 200 hektare.

Baca Juga: Asyiknya Nonton Symohony Lawang Sewu Secara Cuma-cuma, Ikuti Giveaway Tiket Gratisnya!

"Kita akan terus bekerja sama dengan para petani dan masyarakat untuk menyuplai biomassa sebagai bahan bakar substitusi dari batu bara untuk co-firing. Program ini telah menggerakkan perekonomian masyarakat dan di saat yang bersamaan berkontribusi dalam mencapai target NZE," pungkas Iwan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini