PLN dan Antam Bersinergi Hadirkan Listrik Bersih untuk Smelter Feronikel di Kolaka

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 06:30 WIB
Petugas PLN tengah mengecek kesiapan Gardu Induk bertegangan 150 kilovolt (kV) yang akan memasok operasional smelter milik Antam di Kolaka, Sulawesi Tenggara. (Dok. PLN)
Petugas PLN tengah mengecek kesiapan Gardu Induk bertegangan 150 kilovolt (kV) yang akan memasok operasional smelter milik Antam di Kolaka, Sulawesi Tenggara. (Dok. PLN)

“Langkah ini merupakan bentuk nyata sinergi BUMN dalam mendukung hilirisasi dengan energi yang lebih ramah lingkungan."

Baca Juga: 6 Langkah Bagi Orang Introvert Agar bisa Solo Traveling dengan Nyaman

"Manfaat kolaborasi ini tidak hanya bagi kedua perusahaan tetapi juga untuk mendukung upaya nasional mencapai net zero emission pada 2060,” ujar Nico.

Smelter Feronikel yang dioperasikan oleh Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka (UBP Nikel Kolaka) memiliki kapasitas produksi 27.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) per tahun.

Produk ini memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor ke negara-negara seperti Tiongkok, India, Korea Selatan, dan Taiwan.

Baca Juga: Mulai Kuartal IV-2024, Pertamina East Natuna Lakukan Survei Seismik 3D di Perairan Laut Natuna

General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono, menegaskan kesiapan PLN dalam menyuplai listrik bersih bagi smelter Antam di Kolaka dan sektor industri di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia menjelaskan bahwa suplai listrik bersih di wilayah Sulselrabar berada dalam kondisi stabil dengan persentase energi terbarukan mencapai 45,78%, salah satu yang tertinggi di Indonesia.

“Industri smelter memerlukan listrik berkualitas tinggi. Kami memastikan pemilik smelter dapat fokus pada bisnis utama mereka, sementara PLN akan menangani kebutuhan kelistrikan mereka,” kata Budiono.

Baca Juga: Rasakan Adrenalin dan Keseruan River Tubing di Kawasan Mata Air Cokro, Klaten

Budiono juga menuturkan bahwa PLN UID Sulselrabar telah melayani delapan pelanggan tegangan tinggi di wilayahnya dengan daya total 612 MVA, termasuk Smelter Antam di Kolaka.

“Kolaborasi ini tidak hanya bermanfaat bagi kedua BUMN, namun juga menciptakan dampak positif bagi ekonomi lokal dan nasional,” tutup Budiono.***

 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler