"Dalam kegiatan ini, para orang tua diajarkan mengenai cara membuat menu makanan yang bergizi menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan,” ungkap Dawam, Penanggungjawab Program TJSL PERURI.
Baca Juga: InJourney Raih Penghargaan Best Business Transformation 2024 dari SWA
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Hal itu disebabkan karena tidak seimbangnya asupan gizi, terganggunya kesehatan ibu hamil, dan faktor ekonomi yang berpengaruh pada kualitas ketahanan pangan.
Penanganan stunting dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil, pemenuhan kadar protein sesuai dengan usia, menjaga kebersihan sanitasi, dan rutin membawa balita ke posyandu minimal 1 bulan sekali.
Dengan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat serta penyediaan akses terhadap makanan bergizi, program ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam upaya menanggulangi stunting di Desa Parangmulya.
Dengan demikian, hal tesebut dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat di masa depan.***
Artikel Terkait
Dorong UMKM Go Global, PERURI Gelar Pelatihan Strategi Branding untuk Para Pelaku UMKM di Jawa Barat
Pemprov DKI Jakarta Tetapkan Aset PERURI Sebagai Cagar Budaya, Bukti Pengakuan Atas Nilai Sejarah dan Kontribusi Nasional
PERURI dan Big Alpha Gelar Seminar untuk UMKM di Era Digital
Hadiri Rakernas Perbarindo, PERURI Kenalkan Graph Analytic, Teknologi Pendukung Pengelolaan dan Keamanan Data BPR-BPRS Indonesia
Memulai Karir di BUMN Bersama PERURI, Sedang Dibuka Lowongan Magang untuk Jurusan DKV