Program TJSL HKI Jangkau 4 Provinsi di Indonesia, Bukti Komitmen Berdayakan Masyarakat

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 15:45 WIB
Salah satu kegiatan TJSL yang dilaksanakan HKI. (Dok. HKI)
Salah satu kegiatan TJSL yang dilaksanakan HKI. (Dok. HKI)

Para peserta magang akan melakukan on the job training sesuai dengan keahliannya yakni pada UMK bidang kuliner, kerajinan tangan, fashion, dan kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: HKI Garap Proyek Pembangunan Junction Palembang yang Hubungkan Dua Tol di Sumatra Selatan

Peserta magang disabilitas asal Medan bernama Riski Ibrahimsyah mengatakan bahwa salah satu tantangan penyandang disabilitas adalah kesempatan untuk bekerja.

“Saya bersyukur HKI memberikan perhatian kepada kami penyandang disabilitas di daerah, sehingga kami memiliki portofolio kerja.

“Harapannya melalui portofolio pemagangan ini dapat membawa saya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan saya ke depannya,” tutur Riski.

Baca Juga: Konstruksi Tol Tanjung Pura – Pangkalan Brandan Capai Progress 92,05%, HKI Terus Genjot Proyek Agar Dapat Segera Rampung

Selanjutnya, HKI menggelar program pemberdayaan masyarakat berupa Workshop Warung Hidup Organik dan Pelatihan Membatik di Desa Karangrejek, Gunungkidul, Yogyakarta pada 13 Oktober 2024.

Program workshop warung hidup dilaksanakan untuk memanfaatkan lahan di rumah warga untuk menjadi lahan produktif yang menghasilkan kebutuhan pangan berupa sayur ataupun hasil alam lainnya.

Hasil alam ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung atau dijual ke pasar oleh warga.

Baca Juga: Progres Signifikan, Tiga Rest Area di Trans Sumatera Garapan HKI Segera Dapat Digunakan

Workshop ini diikuti oleh 10 kepala keluarga dan menggandeng petani Milenial Argomulyo Yogyakarta yang memberikan warga Karangrejek kiat-kiat untuk mengolah lahan kering menjadi lahan produktif, pembuatan pupuk dan insektisida organik, dan pengenalan bakteri pendukung pertumbuhan tanaman.

Selain diberikan pelatihan, warga yang tidak memiliki lahan juga diajarkan untuk bercocok tanam secara vertikal serta diberikan bibit dan media tanam agar dapat mencoba bercocok tanam sendiri di rumah.

Mujiran, salah satu warga penggerak Visit Karangrejek mengungkapkan bahwa program pertanian organik dan pelatihan keterampilan adalah hal yang sangat dibutuhkan di Karangrejek.

Baca Juga: HKI Wakili Indonesia di Konferensi Green Building 2024, Paparkan Inovasi Konstruksi Berkelanjutan

“Sebelumnya warga Karangrejek telah aktif mencoba bertani, namun belum menemukan metode yang tepat sehingga hasil panennya belum maksimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini