Menyemai Inovasi, PGE Lahendong dan Fakultas Teknik UGM Panen Perdana Tomat dengan Pupuk Silika Katrili

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 2 November 2024 | 11:00 WIB
PGE Area Lahendong bersama Fakultas Teknik UGM panen perdana tomat Gustavi pada Kamis (31/10) di lahan demplot milik PGE Area Lahendong di Desa Tonsewer Selatan, Tompaso Barat, Minahasa. (DOK.PGE)
PGE Area Lahendong bersama Fakultas Teknik UGM panen perdana tomat Gustavi pada Kamis (31/10) di lahan demplot milik PGE Area Lahendong di Desa Tonsewer Selatan, Tompaso Barat, Minahasa. (DOK.PGE)

"Kami yakin PGE Area Lahendong dapat berkontribusi tidak hanya pada konteks swasembada energi tetapi mendukung swasembada pangan melalui pemenuhan pupuk untuk mendorong pengembangan sektor pertanian,” kata Purwono.

Baca Juga: 5 Taman di Jakarta yang Recomended untuk Piknik Bersama Keluarga Saat Akhir Pekan

Ketua Tim Peneliti UGM Ir. Pri Utami , M.Sc., Ph.D., IPM mengatakan, beberapa peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM menemukan bahwa endapan silika dan unsur-unsur penyertanya bermanfaat meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tanaman terhadap serangan hama.

Selain itu, kandungan unsur hara dari booster katrili sama halnya dengan kandungan abu vulkanis yang menyuburkan tanah secara alami.

Michael Lasut salah satu anggota petani dari Kelompok Tani KGPM yang mengaku sangat terbantu oleh pupuk katrili dalam menjaga tanamannya untuk tetap tumbuh kuat dan lebih tahan terhadap cuaca dan hama.

Baca Juga: Menjelajahi Sanur, Rekomendasi Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat ke Bali

Mereka sangat antusias agar proyek uji coba pupuk katril iini terus berlanjut dan mampu memproduksi jumlah pupuk yang lebih banyak lagi.

“Ya saya deng petani semua di sini sangat ingin pupuk katrili ini terus dikembangkan karena selain lebih ekonomis, pupuk katrili ini juga lebih bisa menguatkan tanaman kami. Depe pertumbuhan dengan hasil panen juga beda” ujar Lasut.

Sementara, Dr. Arody Tangkere, mewakili Pj. Bupati Minahasa, berharap pupuk hasil olahan silika ini bisa menjadi produk inovasi daerah yang bisa mencakup tidak hanya wilayah Tompaso saja, tapi bisa memenuhi kebutuhan pupuk di Minahasa, bahkan untuk seluruh Indonesia.

Baca Juga: KAI Bandara Gelar Kampanye 60 Detik Aman Sampai Tujuan di Sekolah Cerdas Murni, Deli Serdang

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat atas inovasi dan terobosan produk pupuk katrili ini, semoga produk ini menjadi salah satu produk unggulan, sekaligus solusi dari adanya keterbatasan akses dan ketersediaan pupuk bagi masyarakat khususnya petani,” kata Tangkere.

Sebagai perusahaan energi yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, PGE tidak hanya fokus pada pengembangan panas bumi sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan masyarakat lokal.

Kerja sama ini menunjukkan komitmen PGE untuk menambah nilai tambah (value creation) di setiap aspek pengembangan panas bumi, memberikan dampak positif yang berkelanjutan, serta membuka peluang baru bagi pemberdayaan dan kemakmuran bersama.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini