Alih-alih Bangun Terminal 4 yang Makan Biaya Rp14 Triliun, Erick Thohir Lebih Pilih Renovasi 3 Terminal Soetta

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 5 November 2024 | 06:00 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (DOK.Humas Kementerian BUMN)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (DOK.Humas Kementerian BUMN)

Perbaikan fasilitas di bandara merupakan bentuk dukungan konkret dalam peningkatan sektor pariwisata Indonesia.

Baca Juga: Waskita Toll Road Raih Sertifikasi ISO 37001:2016, Bukti Komitmen Terus Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

Selain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Erick juga akan memperbaiki Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sebagai salah satu pintu masuk turis dari mancanegara.

"Untuk bandara Bali kita juga melakukan efisiensi, yaitu dengan melakukan renovasi, sehingga harapannya kapasitas penumpang bisa tumbuh dari 24 juta menjadi 32 juta tanpa membangun bandara baru," ucap Erick.

Namun, Erick mempersilakan jika ada wacana pembangunan bandara baru di Pulau Dewata, sebagai salah satu upaya dalam memenuhi target wisatawan Bali yang diprediksi mencapai 50 juta hingga 100 juta di masa mendatang.

Baca Juga: Hati-Hati Penipuan! Tiket Gelegar Musik Prambanan 2024 Hanya Bisa Dibeli Melalui PLN Mobile, Ini Langkah-langkahnya!

"Di rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Menteri Parawisata, pariwisata akan ditargetkan hampir mencapai 20-29 juta untuk lima tahun ke depan.

"Artinya, dukungan ekosistem tidak lain ada di kita, yakni BUMN, melalui bandara, penerbangan, dan lain-lainnya," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini