Brantas Abipraya Bangun Bendungan Jragung: Solusi Air Baku dan Ketahanan Pangan untuk Jawa Tengah

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 7 November 2024 | 14:30 WIB
Brantas Abipraya bangun Bendungan Jragung di Jawa Tengah untuk ketahanan air, irigasi, energi, dan wisata, mendukung ketahanan pangan dan pengendalian banjir. (Dok. Brantas Abipraya )
Brantas Abipraya bangun Bendungan Jragung di Jawa Tengah untuk ketahanan air, irigasi, energi, dan wisata, mendukung ketahanan pangan dan pengendalian banjir. (Dok. Brantas Abipraya )

Kabar BUMN - PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN di bidang konstruksi, sedang membangun Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Proyek ini bertujuan memperkuat ketahanan air dan pangan nasional.

Dijadwalkan selesai pada 2025, Bendungan Jragung akan menyediakan air baku, irigasi, pengendalian banjir, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta pariwisata, memberi banyak manfaat bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Menyibak Pesona Air Terjun di Lumajang: Rekomendasi 4 Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Wisata ke Sini

Bendungan Jragung mampu menampung hingga 90 juta meter kubik air dan akan memasok air baku untuk Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.

“Bendungan ini direncanakan menyediakan pasokan air baku sebesar 500 liter per detik untuk Semarang."

"Serta 250 liter per detik untuk masing-masing wilayah Grobogan dan Demak,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.

Baca Juga: Loker BUMN November 2024: Bank BTN Open Rekrutmen General Banking Staf, Syarat Pendidikan Minimal D4 atau S1

Selain penyediaan air baku, bendungan ini akan mengairi 4.528 hektar lahan pertanian di wilayah irigasi Jragung, Kabupaten Demak.

Dengan ini, frekuensi tanam dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun, yang akan mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Dari sisi pengendalian bencana, Bendungan Jragung juga berperan penting dalam mengurangi risiko banjir.

Baca Juga: Tiket Kereta untuk Libur Nataru 2025 Sudah Bisa Dipesan, KAI Rilis Jadwal Pembeliannya

Dengan pengelolaan aliran yang optimal, bendungan ini diharapkan menurunkan debit banjir dari 378.000 meter kubik per detik menjadi 170.000 meter kubik per detik, atau sekitar 45% pengurangan banjir di daerah hilir Semarang.

Lebih dari itu, Bendungan Jragung juga akan menyediakan energi terbarukan dengan kapasitas 1.400 KW melalui PLTMH yang akan melayani masyarakat sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini