Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengapresiasi dukungan seluruh pihak pada program ini.
Baca Juga: Taman Galuh, Destinasi Wisata di Bondowoso yang Sering Dikira Swiss
Pada program DEB di Lebak Gede ini, lanjut dia, Pertamina tidak hanya mendorong swasembada energi dengan pemasangan infrastruktur energi bersih, namun juga mengajarkan pengelolaan energi bersih pada masyarakat agar dapat memberi manfaat optimal bagi pengembangan ekonomi.
Sayuran hidroponik yang menjadi fokus pada program DEB ini, juga berkontribusi untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.
"Kami berharap, kegiatan Pertamina ini dapat menjadi langkah konkrit untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan rumah tangga.
Baca Juga: Tegas! Pupuk Indonesia Siap Dukung dan Wujudkan Swasembada Pangan
"Melalui penggunaan energi transisi juga, kegiatan ini dapat menggerakan perekonomian desa, sehingga masyarakat dan lingkungannya tumbuh menjadi lebih sehat dan sejahtera,“ ungkap Fadjar.
Pertamina terus memperluas penggunaan energi bersih berbasis perdesaan melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB).
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) poin 2 (Mengakhiri Kelaparan), poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Selain itu, berperan penting dalam mengurangi emisi di mana program DEB Pertamina diperkirakan mampu menurunkan karbon emisi sebesar 729.127 ton Co2eq per tahun.***
Artikel Terkait
Pertamina Goes to Campus: 10 Mahasiswa Finalis Kompetisi Esai Pertamina Siap Bersaing di Babak Final
Pertamina Regional Indonesia Timur Cetak Rekor Muri dengan 500 Risalah Inovasi Migas
Pertamina Patra Niaga Gandeng PT Vale untuk Pionir Transformasi Hijau Melalui HVO
Transformasi Digital Pertamina, Hadirkan Omni Channel PCC 135 untuk Tingkatkan Kemudahan Akses Informasi Masyarakat
Kunci Ketahanan Energi, Pertamina EP Prabumulih Field Tembus Produksi 10.000 BOPD