Sriyono juga mengungkapkan optimisme terkait kemampuan peternak lokal untuk memenuhi permintaan pasar.
"Ketika pasar tersedia dan tersedia profit, maka peternak bakal bersemangat untuk menambah sapi perah," ujarnya.
Namun, ia juga menekankan pentingnya memastikan pasar yang tersedia tidak terbatas agar produksi susu dapat terus berkembang.
Terkait kualitas susu sapi, Sriyono mengungkapkan bahwa ini merupakan tantangan bersama yang harus diperbaiki oleh semua pihak, termasuk IPS.
"Hal tersebut perlu peran serta semua pihak terutama IPS untuk memberikan pengarahan dan pembinaan ke peternak," katanya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung keberlanjutan produksi susu sapi lokal sekaligus memenuhi kebutuhan pasar domestik.***
Artikel Terkait
Rajawali Nusindo Pastikan Distribusi 438 Ribu Paket Bantuan Stunting di NTT Rampung Awal Oktober
Rajawali Nusindo Jajaki Peluang Kerja Sama Perdagangan Pangan dan Non-Pangan dengan Papua Nugini
Rajawali Nusindo Pertahankan Standar dengan Sertifikasi ISO 9001:2015
Dibuka Lowongan Magang Posisi Legal di BUMN PT Rajawali Nusindo, Simak Syarat Serta Cara Daftarnya
Bantu Tangani Stunting di Banten, Rajawali Nusindo Terima Penghargaan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga