Hutama Karya: Pembangunan Proyek MRT Fase 2A CO 203 dan Underpass Joglo Progresif

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 13 November 2024 | 16:00 WIB
Pembangunan Underpass Joglo. (DOK.Hutama Karya)
Pembangunan Underpass Joglo. (DOK.Hutama Karya)

Baca Juga: Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Tingkatkan Kerja Sama untuk Layanan Penerbangan yang Lebih Baik

Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer.

Proyek MRT ini memiliki peran yang cukup besar dalam kelancaran transportasi di Jakarta, di antaranya mengurangi waktu tempuh dan menekan angka kemacetan lalu lintas.

Selain itu, Hutama Karya juga sedang mengejar penyelesaian Proyek Underpass Joglo di Surakarta yang digarap melalui kerjasama operasi dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (KSO HK-WK) dengan progres saat ini mencapai 85%. Adapun porsi Hutama Karya dalam proyek ini sebesar 55%.

Baca Juga: Buruan Serbu! Sensasi Kuliner Asia di Festival Cibubur Junction Masih Dibuka hingga 17 November 2024

“Dalam pengerjaan Proyek Underpass Joglo, scope pekerjaan Hutama Karya meliputi pekerjaan drainase, perkerasan, tanah, struktur, dan lainnya seperti pekerjaan kansteen, rambu, landscape, dinding ornamen, mekanikal dan elektrikal,” rinci Adjib.

Lebih lanjut Adjib menambahkan bahwa dalam percepatan pembangunan, juga diterapkan BIM dan teknologi lainnya.

“Kita gunakan juga digital survey Lidar dan Global Navigation Satellite System (GNSS) dalam pengerjaan proyek ini, serta berkoordinasi aktif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dalam pembuatan jembatan sementara untuk menahan jalur kereta api aktif agar pekerjaan concrete box sebagai penahan jalur KA bisa dilaksanakan.

Baca Juga: Melalui Ribuan Rumah Pangan Kita, Bulog Pastikan Ketersediaan Pangan Hingga ke Pelosok Negeri

"Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan PUPR dan Pemerintah Kota Solo untuk percepatan pembebasan lahan, serta melakukan sosialisasi dengan dinas terkait untuk penutupan jalur sesuai manajemen lalu lintas yang sudah direncanakan,” jelas Adjib.

Kehadiran Underpass Joglo diharapkan dapat mengurai kemacetan di Simpang Joglo yang semula panjang antrian mencapai 500 meter di masing-masing ruas menjadi tanpa antrian.

Underpass Joglo juga diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh yang semula 20 menit saat kereta melintas dan jam sibuk, menjadi 2 menit karena lalu lintas kereta dan kendaraan sudah terpisah.

Baca Juga: Pertamina Mantapkan Langkah Menuju Net Zero Emission Lewat Bisnis Perdagangan Karbon

Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka telah mengunjungi Proyek Underpass Joglo pada Sabtu (2/11), didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta Khusair, Direktur Pembangunan Jembatan Rakhman Taufik, dan Project Manager Underpass Joglo KSO (HK-WK), Agus Widodo.

“Kehadiran Underpass Joglo ini diharapkan akan menjadi solusi dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi serta dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini