Pertamina Genjot Kapasitas Pembangkit Panas Bumi untuk Mendukung Transisi Energi Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 14 November 2024 | 06:00 WIB
Pertamina fokus kembangkan panas bumi sebagai langkah utama transisi energi. Target pengembangan hingga 1,5 GW pada 2030, mendukung ekonomi hijau. (Dok. Pertamina)
Pertamina fokus kembangkan panas bumi sebagai langkah utama transisi energi. Target pengembangan hingga 1,5 GW pada 2030, mendukung ekonomi hijau. (Dok. Pertamina)

CEO PT Pertamina Geothermal Energi Tbk (PGEO), Julfi Hadi, menyatakan bahwa panas bumi berperan sebagai sumber daya yang stabil untuk menopang pertumbuhan ekonomi hingga 8%, sesuai dengan target pemerintah.

Baca Juga: Dimanfaatkan Banget Sama Backpacker, Ini Beragam Jenis Transportasi Umum di Bangkok

"Panas bumi adalah salah satu sumber energi yang terbukti untuk bisa menjadi baseload. Kita harus membangunnya sekarang."

"Apalagi, dengan rencana pertumbuhan ekonomi yang ditopang dari industri hilirisasi serta manufaktur, membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan bersih. Panas bumi merupakan jawabannya," jelas Julfi dalam sesi yang sama.

Julfi menambahkan bahwa PGEO berambisi untuk mencapai kapasitas panas bumi hingga 1,5 GW pada tahun 2030.

Baca Juga: GDPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Min. SMK, Bekerja Pola Shift di Bandara Soekarno-Hatta

Untuk mencapai target ini, PGEO telah menyusun strategi investasi yang kuat.

"Pengembangan ini membutuhkan investasi hingga 50 juta dolar AS dengan kalkulasi pertumbuhan kapasitas pembangkit panas bumi hingga 10,5 GW," ungkapnya.

Untuk menarik lebih banyak investasi di sektor panas bumi, Pertamina menerapkan model risiko yang lebih rendah.

Baca Juga: Topping Off Layanan Aesthetic and Plastic Surgery di KEK Sanur, InJourney: Kolaborasi Ini Dapat Menjadi Katalis dalam Ekosistem Pariwisata Kesehatan

Salah satu teknologinya, yaitu Electrical Submersible Pumps, dikembangkan untuk mengurangi risiko eksplorasi panas bumi.

"Pompa akan menghasilkan peningkatan produksi bahkan di sumur subkomersial dan juga di pembangkit listrik."

Katakanlah dulunya, mengembangkan sektor geothermal itu butuh 10 tahun, sekarang bisa dikembangkan dalam 5 tahun," kata Julfi.***

 

 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler