Heather Evans, Deputi Asisten Sekretaris Bidang Manufaktur di Departemen Perdagangan AS, turut mendukung kerja sama lintas negara ini dengan menekankan komitmen AS dalam berbagi teknologi untuk mengurangi emisi metana.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Wisata Alam di Subang, Jawa Barat untuk Menghabiskan Akhir Pekan Bersama Keluarga
“Kami mendorong penerapan teknologi pengurangan emisi sebagai praktik terbaik industri, bukan hanya sekadar persyaratan regulasi."
"Perusahaan-perusahaan AS menawarkan solusi inovatif untuk pemantauan emisi metana, dan kami siap mendukung mitra internasional dalam perjalanan pengurangan metana mereka,” tambahnya.
Di Indonesia, Yulia Suryanti, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim di Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa pemerintah juga berkomitmen pada target Nationally Determined Contribution (NDC) yang telah diperbarui untuk tahun 2030.
“Indonesia telah menetapkan kebijakan harga karbon untuk mendukung target NDC, dengan sasaran pengurangan 21,89% pada 2030."
"Kami menyeimbangkan ketahanan ekonomi, sosial, dan ekologi dalam jalur pembangunan untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Dengan adanya kolaborasi internasional, pemanfaatan teknologi inovatif, dan komitmen terhadap tujuan bersama, Pertamina bersama para mitra menunjukkan pentingnya aksi kolektif dalam menekan emisi metana demi keberlanjutan iklim.***
Artikel Terkait
Kunjungan Komisi XII DPR RI ke Pertamina EP Field Tambun, Dorong Langkah Inovatif Meningkatkan Produktivitas Migas
Tujuh Tahun Berkarya, Kilang Pertamina Internasional Berikan 7 Kado untuk Ketahanan Energi Indonesia
Pertamina Jadikan Biofuel sebagai Salah Satu Kunci Akselerasi Transisi Energi
Desa Energi Berdikari Pertamina Tampil di COP 29, Bagikan Kesuksesan Program Kemandirian Energi dan Ekonomi Masyarakat
Pertamina Eco RunFest 2024: Event Lari Karbon Netral Pertama di Indonesia, Siap Digelar dalam Waktu Dekat!