Peran Panas Bumi dalam Transisi Energi dan Solusi Krisis Iklim: Langkah Strategis PGE di COP 29

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 15 November 2024 | 09:00 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy tekankan pentingnya panas bumi sebagai solusi iklim dan transisi energi dalam COP 29, menuju visi Indonesia sebagai pemimpin energi hijau. (Dok. PGE)
PT Pertamina Geothermal Energy tekankan pentingnya panas bumi sebagai solusi iklim dan transisi energi dalam COP 29, menuju visi Indonesia sebagai pemimpin energi hijau. (Dok. PGE)

Dari total sumber daya panas bumi sebesar 24 GW, hanya sekitar 10% yang sudah dimanfaatkan.

Baca Juga: Ikuti Lomba Fotografi DAMRI dan Raih Hadiah Total Jutaan Rupiah, Simak Cara Daftar Serta Persyaratan Lengkapnya

Pada forum COP29 ini, ia mengajak negara-negara di dunia untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pengembangan energi panas bumi.

"Pengembangan panas bumi masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari aspek teknis, regulasi, hingga pembiayaan."

"Namun, dengan kerja sama global, kita bisa menjadikan tantangan ini sebagai peluang."

Baca Juga: Rekomendasi 7 Wisata Alam di Subang, Jawa Barat untuk Menghabiskan Akhir Pekan Bersama Keluarga

"Negara-negara di dunia perlu mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung pengembangan panas bumi."

"Terutama melalui penguatan sektor keuangan hijau. Investasi yang lebih besar di sektor ini adalah kunci untuk mempercepat transisi menuju masa depan yang lebih bersih," tambah Julfi Hadi.

Lebih lanjut, Julfi Hadi menjelaskan bahwa percepatan pengembangan panas bumi dapat mengangkat Indonesia sebagai raksasa energi hijau dunia.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dan Perlengkapan untuk Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur

Sesuai dengan peta jalan EBT nasional, Indonesia menargetkan kapasitas panas bumi terpasang mencapai 10,5 GW pada 2035.

Dengan estimasi investasi hingga USD17-18 miliar yang berpotensi berkontribusi sebesar USD22 miliar pada PDB dan menciptakan 1 juta lapangan kerja.

Untuk mencapai visi ini, PGE akan terus berupaya meningkatkan kapasitas terpasang hingga 1,5 GW pada tahun 2030 melalui pendekatan inovatif, termasuk:

Baca Juga: Hadiah Menggiurkan Menanti Kamu di Poin Gembira Festival 2024 Telkomsel Poin, Jangan Sampai Terlewat!

  • Pengembangan bertahap guna meminimalisasi risiko
  • Penerapan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi
  • Kolaborasi untuk memperluas volume dan konsolidasi pasar
  • Pengembangan bisnis hijau baru, seperti hidrogen dan amonia hijau
  • Peningkatan lokalisasi teknologi dengan mendorong produksi lokal komponen pembangkit panas bumi

PGE juga menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mencatat skor risiko ESG sebesar 7,1 dari Sustainalytics.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini