Selain itu, kehadiran jalan tol ini membuka peluang kerja, mendukung pertumbuhan UMKM, dan menyediakan fasilitas rest area modern.
Baca Juga: Mengenal Tipe-tipe Kereta Wisata Beserta Fasilitas di Dalamnya
Lebih dari 70% ruang di rest area dirancang untuk pelaku UMKM guna memasarkan produk lokal.
Jembatan Balance Cantilever di Sungai Musi menjadi salah satu fitur utama proyek ini, dilengkapi dengan modul Structure Health Monitoring System (SHMS).
Teknologi ini memungkinkan pemantauan real-time terhadap kekuatan struktur, baik selama konstruksi maupun operasional.
Baca Juga: Rayakan Tahun Baru 2025 di Bali, Rekomendasi Tempat-tempat Terbaik untuk Malam yang Tak Terlupakan
Kehadiran teknologi ini memastikan standar keamanan yang tinggi.
Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km jalan tol di Sumatera, mencakup ruas yang telah beroperasi penuh maupun dalam tahap konstruksi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya proyek ini untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
"Dengan terus berlanjutnya pembangunan Tol Trans Sumatera, kita dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh wilayah Sumatera,” ujarnya.
Ketika rampung, Jalan Tol Trans Sumatera akan terhubung penuh dari Lampung hingga Jambi.
Ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memberikan akses lebih baik ke layanan pendidikan dan kesehatan.
Adjib menutup dengan optimisme, “Proyek ini dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.”
Artikel Terkait
Hutama Karya Tegaskan Komitmen Pembangunan Tol Trans Sumatera Demi Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat
Hutama Karya Hadir di Konstruksi Indonesia 2024, Ajang untuk Tunjukkan Adaptabilitas dalam Industri Konstruksi
Hutama Karya Selesaikan Menara Turyapada Tahap 1, Solusi Blank Spot di Bali Utara
Hutama Karya: Pembangunan Proyek MRT Fase 2A CO 203 dan Underpass Joglo Progresif
Kinerja Keuangan Hutama Karya Menunjukkan Arah Positif pada Triwulan III 2024