Melalui pengembangan Salt Centre Terintegrasi dengan menerapkan teknologi tepat guna, program yang dikelola oleh BUMDes Wijaya Kusuma ini telah berhasil meningkatkan kualitas NaCl mencapai 94,07% (di atas standart SNI) dan mampu meningkatkan kuantitas produksi garam mencapai lebih dari 54 ton.
Melalui inovasi yang telah dikembangkan ini, Program Salt Centre Terintegrasi tidak hanya sekedar program yang mampu memenuhi kebutuhan garam, tetapi juga mampu menciptakan multiplier effect dengan keterlibatan kaum perempuan dalam membuat olahan produk pangan dan non pangan yang berbahan dasar garam.
Program ini juga berhasil menjadi lokasi percontohan pengelolaan garam dan telah membuat modul belajar berISBN yang dapat diakses bagi seluruh masyarakat.
Fitri menambahkan kinerja keberlanjutan perusahaan dilaksanakan dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) dan mendukung agenda internasional Sustainable Development Goals, utamanya tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, tujuan 15 Ekosistem Daratan dan tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.***
Artikel Terkait
Regional Indonesia Timur Raih 4 Penghargaan PDB Awards 2024 atas Komitmen Pemberdayaan Masyarakat Rentan
Regional Indonesia Timur Ekspor Perdana Kondensat ke Pasar Internasional Sebesar 1,1 Juta Barel
19 Tahun Mengabdi, PEPC Regional Indonesia Timur Perkuat Kolaborasi Untuk Wujudkan Kinerja Keberlanjutan Hulu Migas
Regional Indonesia Timur Raih 5 Penghargaan Keselamatan Kerja dari Ditjen Migas Kementerian ESDM
Pertamina Regional Indonesia Timur Cetak Rekor Muri dengan 500 Risalah Inovasi Migas