Si Pesut Mahakam Hadir di Jakarta: Dari Ajang Lari hingga Penggerak Ekonomi Lokal

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 24 November 2024 | 15:00 WIB
Pesut Mahakam hadir di Pertamina Eco RunFest 2024. Program konservasi ini melindungi satwa dan mendorong ekonomi Desa Wisata Pela. (Dok. Pertamina)
Pesut Mahakam hadir di Pertamina Eco RunFest 2024. Program konservasi ini melindungi satwa dan mendorong ekonomi Desa Wisata Pela. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Pertamina Eco RunFest kembali hadir di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu, 24 November 2024.

Acara tahunan ini sukses mengumpulkan lebih dari 21 ribu peserta yang turut meramaikan Eco Run dan Eco Festival.

Dengan mengusung tema Energizing The Change, kegiatan ini bertujuan menyebarkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan aksi berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Kuliner Nusantara UMKM Binaan PLN UID Jaya Raih Omzet Besar di Electricity CONNECT 2024

Dalam acara ini, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menghadirkan booth bertema Pesut Mahakam.

Pesut Mahakam adalah satwa langka yang berperan penting dalam menjaga ekosistem perairan.

"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan pesut ini. Upaya ini mencerminkan komitmen kami terhadap keberlanjutan lingkungan," ujar Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi.

Baca Juga: Hingga September 2024, Pupuk Indonesia Niaga Telah Menyalurkan 92 Ribu Ton Pupuk Subsidi

Sejak 2020, PHE melalui PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menginisiasi Program Konservasi Endemik Pesut Mahakam (Komik Pesut Mahakam).

Program ini disinergikan dengan pengembangan Desa Wisata Pela di Kutai Kartanegara.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah Pinger Akustik, alat yang mengeluarkan suara ultrasonic untuk mencegah pesut terjerat jaring nelayan. Alat ini telah membantu menurunkan angka kematian pesut akibat jaring hingga 66%.

Baca Juga: BNI Gandeng Fintech Lending Perluas Akses Pembiayaan bagi UMKM

Selain itu, program ini juga didukung berbagai pihak, seperti Yayasan Konservasi International RASI, Pokdarwis 3B Desa Pela, dan Politeknik Negeri Samarinda.

Desa Pela kini menjadi ikon keberhasilan konservasi yang diakui secara internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini