Lebih lanjut Adjib menyampaikan bahwa Hutama Karya menyalurkan sekitar Rp 300 juta untuk keseluruhan Program Konservasi Gajah Sumatra di Tahun 2024.
Baca Juga: Hutama Karya Selesaikan Menara Turyapada Tahap 1, Solusi Blank Spot di Bali Utara
“Selain menyiapkan bibit pohon, di tahun 2024 ini kami juga berfokus pada Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Tim operasional cabang tol Hutama Karya terkait dengan mitigasi interaksi negatif Gajah dan Manusia, sekaligus me-monitoring tanaman pakan alami gajah dengan Sistem SMART Patrol untuk memastikan tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” imbuh Adjib.
Keseluruhan rangkaian ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan Program Konservasi Gajah Sumatra yang telah memberikan manfaat nyata seperti tersedianya pakan alami bagi Gajah Sumatra di sekitar UPG, terpantau dan termonitor pergerakan Gajah Sumatra terutama saat mendekati pemukiman masyarakat, hingga mencegah Gajah Sumatra masuk dan membahayakan pengguna Jalan Tol Permai.
Selain itu, program ini juga mencegah terjadinya perburuan liar yang mengancam keselamatan Gajah Sumatra.
“Jalan tol Permai melintasi wilayah habitat gajah.
“Dengan pendekatan holistik, kami memastikan program ini tidak hanya melestarikan gajah, tetapi juga meminimalisir potensi konflik gajah dengan warga sekitar dan menjaga keselamatan pengguna jalan tol.
“Harapannya, program ini menjadi bentuk sustainability yang dapat menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Adjib.
Sekretaris Kelompok Tani Hutan Alam Pusaka Jaya Dusun Bahorok Desa Pinggir, Suparto Sekretaris Kelompok Tani Hutan Alam Pusaka Jaya Dusun Bahorok Desa Pinggir mengapresiasi kolaborasi Hutama Karya, BBKSDA, dan RSF dalam Program Konservasi Gajah Sumatra dan Bibit Pohon.
“Ini adalah langkah nyata yang sangat berarti bagi warga Dusun Bahorok.
“Dengan adanya program ini, kami menjadi lebih sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan dan ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan hutan sebagai habitat asli bagi satwa endemik sekitar.
“Kami berharap agar program ini terus berlanjut dan melibatkan masyarakat dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan,” ujar Suparto.
Artikel Terkait
Hutama Karya Hadir di Konstruksi Indonesia 2024, Ajang untuk Tunjukkan Adaptabilitas dalam Industri Konstruksi
Hutama Karya Selesaikan Menara Turyapada Tahap 1, Solusi Blank Spot di Bali Utara
Hutama Karya: Pembangunan Proyek MRT Fase 2A CO 203 dan Underpass Joglo Progresif
Kinerja Keuangan Hutama Karya Menunjukkan Arah Positif pada Triwulan III 2024
Hutama Karya Percepat Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera Tahap II