Perkuat Supply Vaksin Dunia, Menkes dan GAVI Board Member Kunjungi Bio Farma

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 3 Desember 2024 | 08:00 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kedua dari kiri), GAVI Board Chairman Jose Manuel Barroso (ketiga dari kiri), dan Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya (kanan) pada pertemuan di Bio Farma. (DOK.Bio Farma)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kedua dari kiri), GAVI Board Chairman Jose Manuel Barroso (ketiga dari kiri), dan Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya (kanan) pada pertemuan di Bio Farma. (DOK.Bio Farma)

“Momen ini merupakan kehormatan besar bagi kami di Bio Farma untuk menerima seluruh delegasi dari Menteri Kesehatan RI, anggota Dewan GAVI, serta perwakilan dari berbagai institusi global lainnya.

Baca Juga: Promo Akhir Tahun Citilink, Tiket Penerbangan Domestik Mulai Rp700 Ribuan

"Kami sangat menanti untuk melakukan diskusi lebih lanjut untuk memperkuat ikatan diantara kita dalam rangka menyelesaikan misi bersama untuk menjaga kesehatan global,” kata Shadiq.

Wakil Direktur Utama Bio Farma, Soleh Ayubi turut menjelaskan bahwa eksistensi Bio Farma berfokus untuk melayani kesehatan masyarakat, baik di dalam negeri maupun di kancah global.

“Eksistensi Bio Farma selalu didedikasikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, baik di Indonesia maupun dunia, saat ini dan untuk tahun-tahun kedepan," paparnya.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Labuan Bajo untuk Liburan Akhir Tahun

Ia menambahkan, pihaknya terus menerus berinovasi dan mengembangkan diri untuk memberikan yang terbaik untuk seluruh konsumen.

Salah satunya adalah dengan meraih sertifikasi prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk produk-produk Bio Farma.

Lebih lanjut lagi, Soleh mengatakan bhwa selain pengembangan pipeline produk, Bio Farma juga telah melakukan beberapa inovasi lainnya.

Baca Juga: Tiket AKAP DAMRI Periode Libur Nataru 2024/2025 Sudah Bisa Dipesan, Beli Sekarang Melalui DAMRI Apps!

Antara lain proses distribusi vaksin, serta aktif menjadi motor penggerak bagi industri-industri farmasi yang tumbuh di kawasan Afrika.

Bio Farma tak hanya fokus pada pengembangan portofolio produknya, lanjut Soleh, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung program imunisasi, baik di dalam negeri maupun global.

Salah satu upayanya adalah implementasi sistem MedTrack yang bekerja sama dengan TRVST (Traceability and Verification System) dari UNICEF, guna mengurangi risiko peredaran vaksin palsu dan memastikan ketersediaan stok vaksin secara global.

Baca Juga: Berkunjung ke PHR, Wamen BUMN: Jaga Produksi Blok Rokan

"Selain itu, kami juga mendorong industri-industri farmasi lain di Afrika untuk dapat turut berkembang dan menciptakan kemandirian vaksin di kawasan tersebut,” lanjut Soleh.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini