Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi pada Dirjen KSDA Kementerian Lingkungan Hidup, Ahmad Munawir, menegaskan bahwa saat ini bumi mengalami ancaman perubahan iklim, meningkatnya polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati.
Tiga ancaman itu dikenal dengan istilah Triple Planetary Crisis.
Baca Juga: Tenggelam dalam Kehangatan dan Keberagaman Sup Lezat Khas Indonesia
Menurutnya, tugas sekaligus tantangan semua orang adalah bagaimana mencegah dan mengurangi risiko Triple Planetary Crisis.
"Kegiatan hari ini merupakan bentuk nyata dalam melestarikan kekayaan alam yang merupakan bagian dari upaya mitigasi Triple Planetary Crisis," katanya saat memberikan sambutan.
Munawir juga menambahkan bahwa Suaka Margasatwa Pulau Rambut merupakan kawasan penting, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia.
Baca Juga: PLN Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik di Berbagai Daerah
Pulau Rambut adalah tujuan migrasi kawanan burung air dari berbagai belahan dunia, termasuk Australia.
"Tidak hanya menjadi kawasan eduwisata, Pulau Rambut juga merupakan destinasi para peneliti karena di sini terdapat 18 ribu ekor satwa," tutupnya.***
Artikel Terkait
PHE ONWJ Wujudkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Pesisir Karawang dengan Jam Pasir
Berdayakan Masyarakat, PHE ONWJ Ajak Warga Desa Sukajaya Ubah Limbah Cangkang Rajungan Jadi Berkah
PHE ONWJ dan Dinas Kehutanan Jawa Barat Jaga Alam Pesisir dengan Teknologi Tepat Guna
PHE ONWJ dan Dinas Kehutanan Jawa Barat Bersinergi untuk Pelestarian Lingkungan
PHE ONWJ Lakukan First Cut Fabrikasi Anjungan OOA, Tanda Dimulainya Proyek Lapangan OO-OX