Sinergi Konservasi: PHE ONWJ Dukung Pelestarian Penyu Sisik di Pulau Rambut

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 4 Desember 2024 | 07:30 WIB
Tukik (anak penyu) berenang di kolam air asin. Tukik ini ditetaskan di Rumah Penyu yang didesain menyerupai habitat alaminya. (DOK.Pertamina Hulu Energi)
Tukik (anak penyu) berenang di kolam air asin. Tukik ini ditetaskan di Rumah Penyu yang didesain menyerupai habitat alaminya. (DOK.Pertamina Hulu Energi)

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi pada Dirjen KSDA Kementerian Lingkungan Hidup, Ahmad Munawir, menegaskan bahwa saat ini bumi mengalami ancaman perubahan iklim, meningkatnya polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati.

Tiga ancaman itu dikenal dengan istilah Triple Planetary Crisis.

Baca Juga: Tenggelam dalam Kehangatan dan Keberagaman Sup Lezat Khas Indonesia

Menurutnya, tugas sekaligus tantangan semua orang adalah bagaimana mencegah dan mengurangi risiko Triple Planetary Crisis.

"Kegiatan hari ini merupakan bentuk nyata dalam melestarikan kekayaan alam yang merupakan bagian dari upaya mitigasi Triple Planetary Crisis," katanya saat memberikan sambutan. 

Munawir juga menambahkan bahwa Suaka Margasatwa Pulau Rambut merupakan kawasan penting, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia.

Baca Juga: PLN Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik di Berbagai Daerah

Pulau Rambut adalah tujuan migrasi kawanan burung air dari berbagai belahan dunia, termasuk Australia.

"Tidak hanya menjadi kawasan eduwisata, Pulau Rambut juga merupakan destinasi para peneliti karena di sini terdapat 18 ribu ekor satwa," tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini