Selain itu Pertamina juga mengelola lebih dari 820 ribu sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.
Baca Juga: Daftar Magang BUMN ke PERURI, Tersedia Lowongan untuk S1 Semua Jurusan
Melalui jargas Pertamina berkomitmen memasok gas bumi untuk mendukung program pemerintah, makan bergizi gratis.
Dalam mendukung pemerataan energi, di sektor pemasaran, Pertamina telah memiliki infrastruktur energi pendukung.
Melalui infrastruktur pemasaran tersebut Pertamina berhasil memperluas program BBM 1 Harga hingga ke 559 titik, mengelola 6.703 outlet Pertashop menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, penyediaan LPG dari program One Village One Outlet yang berhasil menjangkau 96% desa.
Baca Juga: Sukses Layani 5,1 Juta Penumpang Per November 2024, KAI Bandara Siap Hadapi Lonjakan Layanan Nataru
Tidak hanya berhenti disana, Pertamina juga terus meningkatkan layanan melalui digitalisasi untuk memastikan distribusi energi tepat sasaran.
Sejalan dengan upaya transisi energi, Pertamina juga terus mengembangkan energi baru terbarukannya. Pertamina memiliki kapasitas terpasang energi baru terbarukan sebesar 1,877 MW dan produksi Geothermal 4.600 GWh.
Pertamina juga menjadi pionir dalam perdagangan karbon di Indonesia dengan pangsa pasar nasional sebesar 95%.
Baca Juga: Gereja-Gereja dengan Bangunan Unik di Indonesia, Cocok untuk Dikunjungi Sekalian Wisata Rohani
Lebih lanjut Simon mengungkapkan bahwa Energi yang telah disalurkan Pertamina ke seluruh sektor di Indonesia telah berhasil menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Estimasi total kontribusi Pertamina terhadap PDB Nasional per tahun pada Oktober 2024 mencapai Rp 1.900 triliun.
Pertamina juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri melalui belanja TKDN yang mencapai Rp 374 triliun di tahun 2023, angka ini menjadi penyumbang TKDN terbesar dari BUMN atau 47% dari total TKDN BUMN.
Baca Juga: Wujudkan Lingkungan Kerja Bebas Korupsi, Elnusa Gelar Diskusi Inspiratif HAKORDIA 2024
Menurut Simon, Pertamina konsisten memberikan kontribusi positif kepada negara, sehingga menjadi penyumbang pajak terbesar. Kontribusi Pertamina pada 2023 mencapai Rp 304 triliun yang berasal dari pajak, dividen, PNBP dan Signature Bonus.
Artikel Terkait
Pertamina Drilling Raih Penghargaan dari PHR Atas Keberhasilan Kirim 6 Rig Tepat Waktu dalam Project IDESS
Inovasi Digital Pertamina Patra Niaga Dukung Transformasi Layanan Avtur di Indonesia
Sukses Tingkatkan Kualitas UMKM, 2 Program Pembinaan Pertamina Raih Penghargaan dari Markplus
Indonesia Spice Up The World 2024: Saat UMKM Pertamina Bersinar di Aljazair
Menghadapi Nataru, Pertamina Siapkan Kebutuhan Energi Nasional dengan Optimal