Menurut Jatmiko Santosa, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, varietas ini telah melalui proses pengembangan selama 18 tahun dan uji lapangan sejak 2016.
“Dengan varietas ini, program biodiesel berbahan nabati B-100 bukan lagi sekadar mimpi."
"NUSAKlon juga akan mendukung peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas petani melalui kemitraan,” ungkap Jatmiko.
Keberhasilan peluncuran NUSAKlon menjadi hasil kerja keras para peneliti dan pemulia tanaman di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Baca Juga: Siap Bergabung Menjadi Insan ANTARA? Ini Kualifikasi yang Dibutuhkan
Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Dr. Winarna, menjelaskan bahwa teknologi kultur jaringan somatic embriogenesis yang digunakan memberikan hasil luar biasa.
“Dari sebelumnya hanya 7-8 ton per hektare, kini menjadi 11-12 ton. Ini solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas sawit nasional,” ujarnya.
Dengan potensi besar yang dimiliki, varietas NUSAKlon diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap percepatan kemandirian pangan dan energi di Indonesia.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Tempat Makan Kunafa di Jakarta
Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi pengembangan sawit nasional yang lebih ramah lingkungan dan efisien.***
Artikel Terkait
Perkuat BPBD Pekanbaru, PTPN IV Regional III Antisipasi Bencana Akibat Perubahan Cuaca
Hari Anti Korupsi Sedunia, PTPN IV PalmCo Raih Sertifikat SMAP dari TUV Rheinland
PTPN IV Regional III Raih Kemenangan di Lokomotif Cup Lanud Roesmin Nurjadin
Ratusan Karyawan PTPN IV Regional III Bersukacita dalam Perayaan Natal Oikumene 2024
Apresiasi Kinerja Gemilang PTPN IV Regional III, Direktur PalmCo Beri Sanjungan