Mulai dari program KUR dengan menggandeng perbankan, Sistem Resi Gudang (SRG), Kontrak Pasok, dan percepatan pembayaran kepada petani. Serta penyediaan bibit tebu untuk petani.
Baca Juga: ID FOOD Siapkan Terobosan Baru Dukung Program Swasembada Pangan 2025
Sis Apik menuturkan, penguatan kemitraan petani tebu rakyat menjadi faktor penentu yang berdampak langsung bagi pasokan bahan baku tebu.
Berkat kemitraan yang baik dengan petani, pada musim giling 2024, jumlah tebu digiling ID FOOD Group mengalami lonjakan 12,5% dari tahun 2023, atau naik dari 3,5 juta ton menjadi 4 juta ton.
Adapun tahun 2025 ID FOOD menargetkan peningkatan produksi gula sebanyak 350 ribu ton, jumlah tersebut dipatok lebih tinggi dibanding produksi gula tahun 2024 sebanyak 320 Ribu ton.
ID FOOD juga menargetkan capaian tebu digiling sebanyak 4,1 juta ton di tahun 2025, atau naik 4% dari tahun lalu.
Peningkatan produksi dan tebu digiling tersebut sejalan dengan target pertumbuhan luasan lahan tebu ID FOOD di tahun 2025 yang mencapai 65 ribu Ha lebih tinggi dari tahun 2024 yang berada di angka 61 ribu Ha.***
Artikel Terkait
Produksi Gula dan Tetes ID FOOD Naik, Keberhasilan di Balik Kesulitan Bahan Baku Tebu
PT Sinergi Gula Nusantara dan Pertamina NRE Kolaborasi Bangun Pabrik Bioetanol di Glenmore, Banyuwangi
Perhutani dan PG Rajawali I Jalin Kemitraan Budidaya Tebu untuk Tingkatkan Produksi Gula Nasional
Capaian Positif PTPN Group: Sumbang 50 Persen Kenaikan Produksi Gula Nasional 2024
ID FOOD Catat Peningkatan Produksi Gula Dua Kali Lipat Lebih Tinggi dari Produksi Nasional
Bersama Sinergi Gula Nusantara, BNI Salurkan KUR Bagi Petani Tebu untuk Dukung Swasembada Gula Nasional