"PLTU Suralaya menyumbang 10 persen dari energi listrik kebutuhan Jawa, Madura dan Bali dengan kapasitas Daya Mampu Netto (DMN) dan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 3.221,6 MW.
"Untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, kami mengerahkan 484 personel siaga yang dilengkapi peralatan lengkap dan alat pelindung diri," terang Edwin.
Edwin menambahkan PLTU Suralaya juga telah menerapkan program co-firing, sehingga dapat mengurangi emisi karbon serta sebagai green booster dalam akselerasi transisi energi di Tanah Air.
"PLTU Suralaya telah mengimplementasikan co-firing mulai tahun 2021 secara kontinyu sampai dengan saat ini, di mana 2021 hingga November 2024 total produksi listrik co-firing mencapai 538 Giga Watt Hour (GWh). Pada tahun 2024 pencapaian energi hijau sebesar 175,93 GWh," pungkas Edwin.***
Artikel Terkait
PLN 123 Raih 14 Penghargaan Internasional di GCCWA 2024, Bukti Layanan Pelanggan Kelas Dunia
PLN Siap Pasok Listrik Andal Selama Nataru, Pastikan Stok Energi Primer Cukup
PLN Group Diganjar 42 Penghargaan dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Apresiasi Atas Konsistensi Pengembangan Energi Hijau
Gelegar Emas PLN Mobile: Transaksi Rp50.000, Hadiahnya Bisa Sampai Jutaan Rupiah!
Bagian dari Upaya Hadirkan Energi Bersih Indonesia, PLN NP Kembangkan PLTS di Subang Smartpolitan