Sedangkan untuk kategori Laggard, penilaian skor rating ESG dibagi menjadi dua kelompok, yaitu B dan CCC.
Kegiatan eksplorasi dan produksi migas merupakan kegiatan berisiko tinggi.
Kategori Leader menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu mengelola risiko dan isu material ESG dengan sangat baik.
Sementara kategori Average merupakan perusahaan dengan rekam jejak yang beragam atau baik dalam mengelola risiko dan peluang ESG.
Sedangkan kategori Laggard adalah perusahaan yang tertinggal dan gagal untuk mengelola risiko ESG dibandingkan perusahaan lain dalam kategori industri sejenis.
"Bagi kami, skor rating BBB telah menjadi indikator bagaimana komitmen pengelolaan lingkungan dan sosial di sekitar wilayah kami beroperasi.
"Kami juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan terkait dan kami akan terus menjadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan program yang berkelanjutan melalui berbagai inovasi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita.
Baca Juga: 5 Jenis Marinasi yang Direkomendasikan untuk Pesta Barbeque di Malam Tahun Baru
VP HSSE Pertamina Hulu Energi, Gelar Winayawidhi Suganda, menegaskan bahwa Fungsi HSSE akan terus memainkan peran penting dalam mendukung perusahaan mencapai target ESG rating.
"Melalui peranan ini, HSSE mendukung perusahaan untuk memenuhi target ESG, yang pada akhirnya meningkatkan rating ESG perusahaan dan mendukung keberlanjutan jangka panjang," tuturnya.***
Artikel Terkait
PHE Temukan Sumber Daya Gas Bumi 1.8 TCF di Sulawesi Tengah, Wujudkan Swasembada Energi
Investortrust BUMN Awards 2024: PHE Raih Penghargaan Sectoral Champion Award, Berkah Kinerja Unggul
PHE Bangun Budaya Risiko di Hulu Migas, Buktikan Kompetensi Bisnis Hulu Migas
Dukung Program Pemerintah, PHE OSES Selenggarakan Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Seribu
Perbaikan Sanitasi di Desa Sukorahayu: Komitmen PHE OSES untuk Kesehatan Masyarakat