Beberapa langkah penting meliputi optimasi base production guna memaksimalkan potensi sumur, percepatan work over di lapangan-lapangan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), serta perpanjangan masa kerja rig PDSI 38.2 untuk mendukung aktivitas pengeboran berkelanjutan.
Senior Manager Production & Project Zona 9 Ade Diar Suhendar menjelaskan, perusahaan menerapkan praktik-praktik engineering terbaik di industri hulu migas nasional dan global.
Seperti, optimasi urutan pengeboran (drilling sequence) untuk meningkatkan efektivitas pengeboran, rekomplesi sumur PNX-01 sebagai upaya revitalisasi sumber daya, serta teknik fracturing di lapangan PHSS guna meningkatkan aliran minyak dari sumur.
Zona 9 juga mengaplikasikan teknologi mutakhir seperti Filtrex dan Desander untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi.
Baca Juga: Peduli Ekonomi Inklusif, Dirut PT Pertamina Hulu Indonesia Kunjungi Program CSR untuk Kaum Difabel
Sementara itu, PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field pada kuartal I 2024 berhasil meningkatkan produksi minyak harian tertinggi sejak tahun 1987.
Keberhasilan ini dicapai berkat keberhasilan pengeboran sumur pengembangan ST-217 dan ST-194.***
Artikel Terkait
PHE ONWJ Dorong Kesejahteraan Masyarakat dengan 49 Program CSR di Tahun 2024
Kuartal III Tahun 2024, Krakatau Steel Raih Pendapatan USD657,5 Juta
PT Timah Menutup Tahun 2024 dengan Kasih, Santuni Anak Yatim dan Piatu
Tutup Tahun 2024, Pupuk Kaltim Lampaui Target Produksi dengan Capaian Mengesankan
Tutup Bursa 2024, Bank Syariah Indonesia Mengalami Kenaikan Harga 56,9 Persen