Selain itu, pembiayaan inovatif seperti green bonds dan kemitraan publik-swasta disebut sebagai kunci untuk mempercepat proyek energi terbarukan.
Baca Juga: Pengumuman Pemenang Poin Gembira Festival 2024 Telkomsel Semakin Dekat, Catat Tanggalnya!
Namun, John juga menggarisbawahi bahwa pendekatan inklusif menjadi prioritas, di mana masyarakat lokal turut diberdayakan.
"Kami tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal," ujar John.
Proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan akses energi yang lebih merata bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: 8 Klenteng di Indonesia untuk Wisata Religi, Perpaduan Spiritual dan Keindahan Arsitektur
Meski begitu, tantangan infrastruktur dan regulasi masih menjadi perhatian.
John menyebut kebutuhan peningkatan teknologi dan keandalan jaringan sebagai fokus utama beberapa tahun mendatang.
Namun, ia optimis bahwa dengan kolaborasi internasional yang kuat, transisi menuju net-zero melalui energi terbarukan berskala besar dapat terwujud.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa keikutsertaan PNRE dalam forum global seperti ADSW 2025 merupakan langkah strategis.
"Keikutsertaan PNRE pada berbagai forum di tingkat global merupakan langkah positif untuk sosialisasi dan membangun kemitraan dengan mitra internasional dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan," ujarnya.
***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Mahakam Mendukung Penanaman Pohon Serentak Nasional untuk Keberlanjutan Lingkungan
Kerja Sama Strategis PT Elnusa dan PT Pertamina untuk Inovasi Teknologi Seismik
Indonesia Green Award 2025: Pertamina Diganjar Penghargaan Tertinggi ‘The Guardian’ Atas Peran Aktif Pelestarian Lingkungan
Pertamina Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung
Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Indonesia Melalui Sinergi Bisnis Hulu ke Hilir