Di sisi lain, Founder SNGI, Goris Mustaqim, juga menambahkan pendampingan ini melibatkan pelatihan, monitoring, dan evaluasi agar masyarakat desa dapat secara mandiri melanjutkan upaya pemberantasan stunting dan kemiskinan.
“Sebagai informasi SNGI juga telah melakukan pendampingan dengan ratusan desa-desa lain di berbagai wilayah yang ada di Indonesia dengan fokus perencanaan hingga evaluasi program yang dapat dimonitor keberhasilannya,” tambah Goris.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Raih Apresiasi Senator Atas Kontribusinya di Bumi Lancang Kuning
Langkah ini adalah awal dari transformasi jangka panjang bagi Hutama Karya, Desa Banyumas memiliki potensi besar untuk menjadi desa percontohan dalam program pemberdayaan berbasis gizi dan kesehatan.
Dukungan penuh dari Hutama Karya diharapkan menjadi contoh nyata dari sinergi BUMN, dan masyarakat dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Hutama Karya memahami bahwa pembangunan manusia adalah elemen kunci dari pembangunan bangsa.
Dengan semangat cepat tanggap, perusahaan tidak hanya berkontribusi melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui upaya pemberdayaan masyarakat.
Melalui program TJSL ini, Hutama Karya menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah proyek harus diukur dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat.***
Artikel Terkait
BUMN Hutama Karya Buka Lowongan Magang Taxation Intern: Peluang Emas untuk Mahasiswa Akuntansi dan Perpajakan
Tutup Periode Libur Nataru 2024/2025, Hutama Karya Catat 2,2 Juta Kendaraan Melintas Di Jalan Tol Trans Sumatera
Progres Cepat Pembangunan di IKN: Hutama Karya Targetkan Rampung 2025
Komitmen Hutama Karya Mendukung Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Terpadu
Raih Dua Penghargaan Bergengsi, Hutama Karya Mantapkan Posisi di Pengelolaan Jalan Tol