Di saat yang sama, Fadjar mengungkapkan, Pertamina juga melayani kebutuhan BBM dan LPG untuk masyarakat dengan terus meningkatkan Program BBM 1 Harga di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang kini mencapai 573 titik.
Baca Juga: Semangat Baru di Tahun 2025: Pertamina Drilling Gelar Townhall Meeting dan Doa Bersama
Menyediakan 6.703 outlet Pertashop untuk masyarakat yang jauh dari SPBU, penyediaan LPG ke 96% desa di Indonesia melalui program OVOO (one village one outlet).
Hingga peningkatan digitalisasi ke seluruh infrastruktur pemasaran.
Dalam pengembangan bisnis energi rendah karbon, ungkap Fadjar, Pertamina telah memiliki kapasitas terpasang energi baru terbarukan sebesar 2.502 MW dan produksi Geothermal 4,6 GWh.
Baca Juga: ADSW 2025 Pertamina NRE Motor Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan
Bahkan, Pertamina merupakan pionir dalam perdagangan karbon di Indonesia dengan pangsa pasar nasional sebesar 95%.
“Dengan membangun bisnis rendah karbon, Pertamina juga dapat mendukung program dekarbonisasi Pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission 2060,” pungkas Fadjar.***
Artikel Terkait
ADSW 2025 Pertamina NRE Motor Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan
Semangat Baru di Tahun 2025: Pertamina Drilling Gelar Townhall Meeting dan Doa Bersama
Raih Rating ESG BBB, Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmen terhadap Keberlanjutan
Tutup Tahun dengan Kinerja Gemilang, Pertamina Drilling Cetak Berbagai Pencapaian di Penghujung 2024
Sapu Bersih! Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Beruntun Proliga 2025 di Malang