Harapannya, kebijakan ini akan berdampak besar dalam mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi.
Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada H+5 atau 6 April 2025.
Seluruh sumber daya akan dimaksimalkan dengan melibatkan koordinasi intensif antara aparat kepolisian dan dinas perhubungan daerah.
Shelvy Arifin memastikan bahwa ASDP akan terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman dengan memanfaatkan teknologi digital serta infrastruktur yang tersedia.
Sinergi erat antara Kementerian Perhubungan dan ASDP diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Baca Juga: Program Desa Wisata PHR Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat
ASDP bertekad untuk terus meningkatkan layanan, baik melalui inovasi teknologi maupun pengelolaan transportasi yang terintegrasi.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan BUMN di sektor transportasi, diharapkan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.***
Artikel Terkait
Catatan ASDP: Penumpang Libur Natal 2024 di Jalur Ketapang-Gilimanuk Capai 206 Ribu Orang
Persiapan Libur Akhir Tahun, ASDP Tingkatkan Fasilitas dan Layanan Penyeberangan di Lintas Utama Pulau Sumatera-Jawa-Bali
Dengan Program Reverse Vending Machine, ASDP Kumpulkan 92.334 Botol Plastik atau Setara 1,72 Ton Sampah
ASDP Relokasi Dua Kapal di Cabang Ambon, Optimalkan Layanan dan Dukungan Konektivitas
Perkuat Komitmen Sosial, ASDP Berikan Sentuhan Kasih untuk Lansia di Jakarta Pusat