Sepakat Kerja Sama, Pertamina Drilling dan Badak LNG Terapkan Sistem Gas Online Terintegrasi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 23 Januari 2025 | 19:45 WIB
Demi mencegah risiko di lapangan, Pertamina Drilling dan Badak LNG sepakat terapkan teknologi Integrated Gas Online System (IGOS). (DOK.Pertamina Drilling)
Demi mencegah risiko di lapangan, Pertamina Drilling dan Badak LNG sepakat terapkan teknologi Integrated Gas Online System (IGOS). (DOK.Pertamina Drilling)

Kabar BUMN - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menjalin kolaborasi strategis bersama PT Badak Natural Gas Liquefaction (Badak LNG).

Kerja sama ini resmi dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam industri gas bumi.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dan President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin di Kantor Pusat Badak LNG, Jakarta, pada Senin (20/1).

Baca Juga: Pertamina Perkuat Sistem Tata Kelola untuk Dukung Program Asta Cita Pemerintahan Prabowo

Kesepakatan ini berfokus pada implementasi Integrated Gas Online System (IGOS), sebuah teknologi sistem monitoring canggih yang dirancang untuk meminimalkan risiko yerjadinya ledakan akibat kebocoran gas di lapangan.

IGOS dirancang sebagai sistem real-time monitoring yang mampu mendeteksi terjadinya kebocoran gas di lapangan yang mana tidak dapat teridentifikasi secara manual.

Kebocoran gas memiliki potensi terjadinya ledakan dan melepaskan gas beracun yang berbahaya bagi pekerja di lapangan.

Baca Juga: 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran, Menteri BUMN Gandeng Kementerian UMKM, Menteri PKP, dan Kepala BPOM Wujudkan Keberhasilan Program-program Pemerintah

Dengan IGOS, pusat kendali dapat memberi tahu lokasi kejadian kepada personel respon darurat dengan lebih cepat dan tepat.

Sistem ini juga dapat memprediksi arah penyebaran kebocoran gas yang mana dapat mencegah sebaran gas beracun ke lokasi lain.

Avep menjelaskan, “Manfaat IGOS bagi industri gas bumi Indonesia sangat signifikan. Dengan sistem real-time monitoring, Perusahaan dapat mencegah terjadinya insiden di lapangan dan juga mengurangi potensi kehilangan gas.

Baca Juga: Bangun SDM, Pertamina Dukung Talenta Olahraga Nasional

"Kebocoran gas dapat terdeteksi dengan lebih cepat dan akurat sehingga dapat meminimalisir risiko safety terhadap pekerja di lapangan, masyarakat sekitar, dan juga lingkungan,” paparnya usai proses penandatanganan MoU.

Dengan IGOS sebagai sistem real-time monitoring di lapangan, Perusahaan dapat menghemat waktu, mendapatkan informasi yang tepat, dan juga mengambil tindakan yang tepat terhadap penanggulangan insiden di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini