Sementara itu, PLTS Tanamalala di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memiliki kapasitas 189,6 kWp dan berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM genset sebanyak 29 ribu liter per tahun.
PLTS ini mampu menghasilkan energi sebesar 197 ribu kWh yang dapat melistriki lebih dari 185 rumah serta mengurangi emisi CO2 sebesar 415 ton setiap tahun.
Selain proyek PLTS, pembangunan infrastruktur kelistrikan juga dilakukan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan peresmian jaringan transmisi dan gardu induk untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk berkapasitas 40 MW.
Infrastruktur ini menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sewa dengan kapasitas yang sama dan berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga 500 ribu liter per tahun.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN sebagai BUMN yang bertanggung jawab dalam penyediaan listrik nasional terus berkomitmen untuk memastikan pemerataan akses listrik di seluruh pelosok Indonesia.
Baca Juga: Chinese New Year 2025, Mandiri e-Money Hadirkan Kartu Eksklusif untuk Koleksi Anda
”Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat."
"Maka dari itu, bersama dengan Pemerintah, kami akan terus mangakselerasi pemerataan listrik sampai wilayah 3T sesuai dengan pengejawantahan sila kelima Pancasila, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan. ***
Artikel Terkait
PLN EPI Meraih Penghargaan Trusted Company CGPI Award 2024
Melalui PLN, Pemerintah Sukses Listriki 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia, Wujud Negara Hadir
Sepanjang 2024, PLN Raih 53.539 Pelanggan Baru Electrifying Agriculture, Tranformasi Pertanian Modern Kian Mentereng
Jangan Ketinggalan Nonton Proliga 2025, Begini Cara Mudah Membeli Tiket Melalui PLN Mobile
Jakarta Electric PLN Sukses Menjadi Tuan Rumah dan Menang di PLN Mobile Proliga 2025 Seri Malang