Selain itu, pembangkit ini juga memiliki teknologi black start capability yang memungkinkan untuk melakukan self start up, sehingga masa tunggu untuk proses sinkronisasi pada saat pemulihan apabila terjadi pemadaman listrik akan lebih cepat.
Baca Juga: Pertamina Dukung UMKM RPU Peroleh Sertifikasi Halal demi Swasembada Pangan
Sejalan dengan upaya penurunan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan, PLTGU Jawa-1 diproyeksikan akan menekan emisi karbon sebesar 3,3 juta ton setara CO2 per tahun.
Beroperasinya PLTGU Jawa-1 menjadi titik pencapaian penting sekaligus menambah portofolio pemanfaatan energi bersih dalam bisnis Pertamina.
Gas alam berperan sangat strategis dalam periode transisi energi dan mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Sistem Tata Kelola untuk Dukung Program Asta Cita Pemerintahan Prabowo
PLTGU Jawa-1 juga menjadi salah satu milestone penting yang tercipta atas sinergi BUMN maupun dengan mitra internasional, yang memiliki komitmen tinggi untuk bersama-sama mewujudkan transisi menuju energi bersih di Indonesia.***
Artikel Terkait
Pertamina Dukung UMKM RPU Peroleh Sertifikasi Halal demi Swasembada Pangan
Satu-satunya dari Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Masuk Top 50 ESG Global 2025
Pertamina Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Forum Ekonomi Dunia 2025
Pertamina EP Prabumulih Berhasil Tingkatkan Produksi LPG hingga 33%, Dukung Pemenuhan Kebutuhan LPG Nasional
Pertamina Raih Predikat Global Top Rated Industry, Mampu Pertahankan Tingkat Risiko ESG