Di tahun 2024, PLN memanfaatkan berbagai sumber biomassa untuk mendukung co-firing di PLTU meliputi Sawdust, Woodchip, Cangkang Sawit, Sekam Padi, Pellet Sekam Padi, dan Bonggol Jagung.
Baca Juga: PLN Dorong Pertumbuhan Sektor Perikanan dengan Listrik Ramah Lingkungan, Capai 47,32 GWh di 2024
Kemudian Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP), Pellet Tankos Kelapa Sawit, Cangkang Kemiri, dan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK).
Menurutnya, pemanfaatan biomassa tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selain mengurangi emisi karbon, teknologi ini turut mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menanamkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini: Panduan Praktis untuk Orang Tua
"Melalui biomassa, kita dapat menciptakan ekonomi sirkuler dengan memanfaatkan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang sebelumnya tidak bernilai," ujar Darmawan.
"Selain itu, lahan-lahan kritis bisa direvitalisasi agar lebih hijau dan produktif," sambungnya.
Darmawan menambahkan bahwa pada tahun 2025, teknologi co-firing biomassa akan diperluas ke 52 PLTU dengan proyeksi kebutuhan biomassa mencapai 10,2 juta ton per tahun.
Baca Juga: Nikmati Beragam Promo Imlek 2025 dari BNI, Ada Berbagai Penawaran Spesial untuk Aneka Transaksi
Untuk memastikan ketersediaan pasokan, PLN akan terus mengembangkan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu.
Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono mengapresiasi langkah PLN dalam mendorong program biomassa dengan memanfaatkan lahan kritis yang berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, dan kelompok masyarakat.
"Saya mengapresiasi langkah PLN dengan program ini. Kita dihadapkan pada tantangan perubahan iklim.
"Saya sangat menghargai karena dengan diwajibkan (program ini) maka sumber biomassa akan berasal dari tanah marjinal," pungkas Sudaryono.***
Artikel Terkait
PLN Nusantara Power Memborong 5 Penghargaan di IHCBA 2024, Bukti Keberhasilan Transformasi SDM
Perkuat Energi Bersih di Lampung Barat, PLN Operasikan PLTMH 2Ă—3 MW Sumber Jaya
Tasyakuran HUT ke-29, PLN Indonesia Power UBH Gelar Khitanan Massal
PLN Indonesia Power Resmi Operasikan PLTA Jatigede, Dorong Swasembada Energi Nasional
PLN Dorong Pertumbuhan Sektor Perikanan dengan Listrik Ramah Lingkungan, Capai 47,32 GWh di 2024