Kabar BUMN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan ke wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Bengkalis, Riau, Rabu (5/2/2025).
Peninjauan ini didampingi langsung oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
Bahlil menekankan pentingnya meningkatkan produksi guna menjaga ketahanan dan kedaulatan energi nasional sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Baca Juga: Diluncurkan Akhir Desember, Saldo Deposito Emas Pegadaian Sudah Tembus 118 Kilogram
Dalam kunjungan, Bahlil melihat langsung area operasi di lapangan Duri.
Ia mengapresiasi penerapan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan metode steamflood yang diterapkan oleh PHR dalam upaya meningkatkan produksi.
Tak hanya itu, pengembangan inovasi baik teknologi pengeboran hingga optimasi produksi diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Perluas Program TAMPAN ke Jambi, Dorong Ketahanan Pangan Nasional
“Di sini adalah salah satu pusat sumber minyak yang dimiliki PHR. Target lifting kita harus naik, tentunya dalam rangka menjaga marwah dan kedaulatan negara dalam konteks energi dan ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anak-anak yang dilahirkan dari Ibu Pertiwi Indonesia,” ujarnya.
Sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan energi, Bahlil menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan dan motivasi kepada PHR untuk terus semangat dalam upaya meningkatkan produksi.
“Saya yakin Pertamina mampu melakukan ini karena lifting kita itu adalah produk dari Pertamina dan dari 60% tersebut 25-30% berasal dari PHR.
Baca Juga: Eksotis dan Edukatif! Jelajahi Taman Meksiko di Kebun Raya Bogor
"Semangat terus, ibu pertiwi menanti pengabdian kita untuk menjaga marwah negara dalam rangka memberikan pelayanan kepada rakyat dan bangsa,” pungkasnya.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto juga mengapresiasi upaya PHR dalam mengoptimalkan potensi di WK Rokan melalui teknologi EOR.
Injeksi uap pertama di lapangan NDDA14 menjadi langkah maju yang signifikan di awal tahun dalam meningkatkan produksi nasional.
Baca Juga: Memastikan Patuh Standar Internasional, Nindya Karya Gelar Opening Meeting Renewal Audit ISO
“Tentunya ini menjadi kabar baik bagi industri hulu migas Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan perusahaan dalam meningkatkan produksi minyak dan memperpanjang usia produksi lapangan-lapangan minyak di Indonesia," ujarnya.
Metode ini diharapkan akan terus berjalan lancar dengan tetap mengedepankan kinerja andal dan selamat.
SKK Migas juga lanjut Djoko telah menyetujui usulan Plan of Development (POD) Steamflood EOR atau Injeksi Uap di Lapangan Rantaubais Tahap-1.
Artikel Terkait
Rangkaian Event Seru di Pertamina Mandalika International Circuit Februari 2025
Pertamina Drilling dan Pertagas Bersinergi Kembangkan Teknologi CCS/CCUS untuk Dekarbonisasi
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, Pertamina EP Tanjung Field Terima Penghargaan PROKLIM dari DLH Kalsel
Pertamina EP Bunyu Field Gelar Uji Emisi, Dukung Net Zero Emission 2060
Pertamina Hulu Indonesia Tanam 118 Ribu Pohon Sepanjang 2024 demi Mitigasi Perubahan Iklim